TERAS

Dr. Minta: Identitas Kuliner Nusantara Pudar

  • Administrator
  • Selasa, 25 Februari 2025
  • 2 menit membaca
  • 96x baca
Dr. Minta: Identitas Kuliner Nusantara Pudar

Dr. Minta: Identitas Kuliner Nusantara Pudar

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Makanan modern semakin digemari, warisan gastronomi tradisional perlahan terlupakan. Padahal, Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa, mulai dari sayuran, umbi-umbian, ikan, hingga buah-buahan yang beragam. Mirisnya, hanya sedikit yang dikenal luas oleh generasi saat ini.

Dr. Minta Harsana M.Sc., Pakar Gastronomi dari Fakultas Teknik Pendidikan Teknik Boga Universitas Negeri Yogyakarta, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi ini. Menurutnya, anak muda lebih mengenal makanan kekinian dibandingkan dengan makanan tradisional yang kaya akan nilai budaya dan sejarah. “Padahal, Indonesia sangat kaya dengan bahan pangan. Contohnya, ada sekitar 4.500 jenis umbi-umbian di Nusantara, namun yang dikenal hanya ketela dan beberapa jenis lainnya,” ujarnnya. Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah diskusi kuliner  "Merawat Ingatan: Melacak Jejak Gastronomi Nusantara". Acara ini dilaksanakan Minggu, 23 Februari 2025 di Gedung Pertemuan Amongtangga, Selokraman, Purbayan, Kotagede, Yogyakarta.

Fenomena ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kurangnya edukasi dan minimnya promosi kuliner lokal turut berkontribusi pada hilangnya identitas gastronomi Nusantara. Jika hal ini terus terjadi, maka bukan tidak mungkin kekayaan kuliner tradisional akan semakin terkikis, bahkan menghilang ditelan zaman.

Langkah pelestarian dianggap perlu segera dilakukan. Dr. Minta menekankan pentingnya rekonstruksi makanan tradisional, mulai dari proses memasak hingga cara penyajiannya, agar lebih relevan dan diminati generasi muda. “Anak-anak perlu melihat secara langsung dan mendengar cerita tentang filosofi makanan tradisional agar mereka lebih mengenal dan menghargai warisan kuliner,” tegasnya.

 

Selain itu, dunia pendidikan juga didorong untuk berperan aktif. Saat ini, pembelajaran gastronomi di program studi tata boga atau perhotelan umumnya masih berfokus pada teknik memasak tanpa memahami sejarah, asal bahan, hingga kandungan gizi dari setiap hidangan. Padahal, gastronomi tidak sekadar soal rasa, melainkan identitas budaya yang perlu diwariskan.

 

Edukasi yang lebih mendalam, event kuliner berbasis budaya, serta inovasi dalam menyajikan hidangan tradisional agar lebih sesuai dengan selera masa kini dipandang sebagai cara efektif untuk melestarikan jejak gastronomi Nusantara. Generasi muda perlu disadarkan bahwa kuliner Nusantara memiliki nilai budaya dan sejarah yang tinggi.

Pelestarian kuliner tradisional dianggap penting untuk mencegah hilangnya identitas gastronomi Nusantara. Melalui edukasi yang tepat dan promosi yang berkelanjutan, warisan gastronomi diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin dikenal dan dihargai di kancah global. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar