SENI BUDAYA

Budayawan Jogja Usulkan Hari Kebudayaan Nasional

  • Administrator
  • Minggu, 19 Januari 2025
  • menit membaca
  • 130x baca
Budayawan Jogja Usulkan Hari Kebudayaan Nasional

Budayawan Jogja Usulkan Hari Kebudayaan Nasional

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com  - Tim Garuda Sembilan Yogyakarta mengusulkan kepada pemerintah Republik Indonesia  agar menetapkan  tanggal 17 Oktober  sebagai Hari Kebudayaan Nasional. Penetapan Hari Kebudayaan Nasional akan menjadi tonggak dalam memperkokoh jati diri bangsa. Dengan semangat kebersamaan Bhineka Tunggal Ika, kebudayaan sebagai landasan yang dapat menyatukan dan mengangkat martabat bangsa Indonesia di kancah global.

Usulan tersebut disampaikan di hadapan Menteri Kebudayaan RI Dr. Fadli Zon SS MSc saat berkunjung di Sekar Wangi Resto Jalan Wates Km 5,5 Ambarketawang Gamping Sleman DIY, Sabtu sore (18/01/25).
Tim Garuda Sembilan  melibatkan tokoh-tokoh kebudayaan dan pemerhati budaya berpengaruh  seperti Nano Asmorodono (maestro ketoprak sekaligus inisiator), Dr. Achmad Charis Zubair (Dewan Kebudayaan), Rahadi Saptata Abra,S.Si, MBA (pemerhati keris), Bimo Wiwohatmo, Isti Sri Rahayu Spd, Arya Ariyanto SE MMPar,  Yani Saptohoedojo, Yati Pesek, dan Oni Wantara. 

Arya Ariyanto, pemerhati seni budaya yang juga Direktur Bakpia Jogkem mengatakan pencanangan Hari Kebudayaan dari Kota Yogyakarta akan menguatkan Yogyakarta sebagai kota destinasi pariwisata terbesar kedua setelah Bali. "Hari Kebudayaan dapat menjadi daya tarik baru bagi wisatawan, khususnya melalui perayaan dan tradisi budaya," ujarnya.

Inisiator acara penanganan Hari Kebudayaan, Nano Asmorondono  menyampaikan urgensi pencanangan Hari Kebudayaan Nasional sebagai representasi kekayaan budaya Indonesia dan bentuk apresiasi terhadap pelaku seni budaya. Ia menyebut, "Kekuatan bangsa kita terletak pada kebudayaan. Dengan semangat Bhineka Tunggal Ika, kita harus mampu menjadikan kebudayaan sebagai identitas dan kekuatan yang menyatukan."

Sementara Achmad Charis Zubair,  pembicara utama, menegaskan bahwa Indonesia adalah negara dengan tingkat kemajemukan tertinggi di dunia. Terdapat ratusan suku bangsa, bahasa, agama, dan kepercayaan yang menjadi kekayaan sekaligus tantangan. Namun, semangat persatuan telah terbukti menjadi kekuatan bangsa sejak Sumpah Pemuda 1928 hingga perumusan Pancasila.
Charis juga mengusulkan tanggal 17 Oktober sebagai Hari Kebudayaan Nasional, mengingat pada tanggal tersebut, pada tahun 1951, Presiden Soekarno dan Perdana Menteri Soekiman Wirdjosandjojo menetapkan Bhineka Tunggal Ika sebagai slogan bangsa. "Kebudayaan adalah jati diri bangsa. Dengan mengatasi perbedaan, kita menjadi bangsa yang besar," tegasnya.

Menanggapi usulkan Tim Garuda Sembilan, Menteri Kebudayaan Dr. Fadli Zon menyambut baik usulan tersebut. Kementerian Kebudayaan akan menindaklanjuti dengan membuat kajian ilmiah kebudayaan untuk mewujudkan Hari Kebudayaan Nasional itu. 
Ia menyatakan bahwa kekayaan budaya Indonesia luar biasa dan perlu dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Fadli mengingatkan pentingnya pendataan budaya secara nasional untuk melindungi dan mengembangkan aset-aset budaya.
"Indonesia adalah negara dengan megadiversity kebudayaan yang mampu menjadi kekuatan superpower di bidang ini. Jika kekayaan budaya ini dimanfaatkan dengan baik, Indonesia tidak hanya menjadi negara yang dihormati, tetapi juga menjadi superpower kebudayaan dunia." 

Seniman senior Yati "Pesek" berharap Hari Kebudayaan dapat mempererat kebanggaan terhadap budaya lokal. "Bayangkan seluruh bangsa Indonesia memakai pakaian adat pada Hari Kebudayaan. Ini bukan hanya indah secara visual, tetapi juga menjadi warisan berharga bagi generasi muda." 

Yani Saptohoedojo menambahkan bahwa  salah satu  penghormatan bagi para seniman yang telah berjasa melalui pembentukan makam seniman. "Ini adalah bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam membentuk peradaban kita," katanya.

Rahadi Saptata Agra, pemerhati pariwisata, menekankan bahwa pariwisata berbasis budaya memiliki potensi besar untuk memperkuat ekonomi lokal. Dengan posisi Yogyakarta sebagai pusat budaya, ia optimis Hari Kebudayaan dapat meningkatkan daya tarik wisata di daerah ini.
(Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar