Kadin DIY Gelar Rapimda 2024, Fokus Ketahanan Pangan
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) 2024 di Jogja Expo Center (JEC) pada Minggu (9/2/2025). Acara ini mengusung tema Sinergi dan Akselerasi: Mendorong Pencapaian Ketahanan Pangan, Penciptaan Lapangan Kerja, Perumahan, dan Pariwisata.
Ketua Kadin DIY, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Mangkubumi, menegaskan bahwa ketahanan pangan membutuhkan inovasi, digitalisasi, dan kerja sama lintas sektor. Selain itu, penciptaan lapangan kerja akan didorong melalui pemberdayaan UMKM serta investasi berorientasi kesejahteraan masyarakat.
“Kadin DIY tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan sinergi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk mempercepat program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” ujar GKR Mangkubumi dalam sambutannya.
Selain ketahanan pangan dan lapangan kerja, sektor perumahan juga menjadi perhatian utama. Kadin DIY berkomitmen untuk meningkatkan akses terhadap hunian layak guna menunjang kualitas hidup masyarakat. Tahun ini, program bantuan rumah tak layak huni akan dilanjutkan di Kulonprogo, setelah sebelumnya diberikan di Gunungkidul.
Di sektor pariwisata, Kadin DIY menargetkan pengembangan destinasi unggulan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor ini.
"Turis banyak datang ke Jogja, tetapi pengeluaran mereka masih terbatas. Ini menunjukkan perlunya strategi agar dampak ekonomi lebih signifikan," kata Sri Sultan HB X.
Dalam Rapimda ini, Ketua Panitia Pengarah Kadin DIY, Robby Kusuma Harta, menyampaikan tujuh program prioritas Kadin DIY tahun 2025, yaitu:
Pariwisata Minat Khusus – Fokus pada pengembangan wisata berbasis pengalaman dan faktor diferensiasi.
Penguatan UMKM dan Koperasi – Mendorong UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.
Sirkular Ekonomi dan Lingkungan – Optimalisasi UMKM dalam sanitasi cerdas dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Revitalisasi Pendidikan dan Vokasi – Menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pendirian Jogja Trading House – Sebagai pusat distribusi dan promosi produk lokal.
Alternatif Pembiayaan – Melalui pendirian Jogja Financial Club untuk memperluas akses modal bagi pelaku usaha.
Transformasi Digital – Mempercepat adopsi teknologi dalam dunia usaha.
Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, menegaskan bahwa Kadin memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), perumahan murah, dan pemeriksaan kesehatan gratis.
“Selain itu, penguatan koperasi dan UMKM sangat penting karena mereka adalah tulang punggung ekonomi, seperti yang terbukti saat pandemi COVID-19,” ujar Anindya.
Sebagai bagian dari komitmen sosial, dalam Rapimda ini juga dilakukan penyerahan bantuan simbolis untuk pembangunan rumah layak huni. Program ini merupakan upaya konkret Kadin DIY dalam mendukung pengurangan kemiskinan ekstrem dan menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif.
Dengan berbagai program tersebut, Kadin DIY berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat guna mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Yogyakarta. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar