SENI BUDAYA

Besok Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2025

  • Administrator
  • Sabtu, 05 April 2025
  • menit membaca
  • 88x baca
Besok Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2025

Besok Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2025 

Wonosobo, jogja-ngangkring.com – Puncak Festival Balon Udara Wonosobo 2025 yang dinanti-nanti akhirnya akan digelar besok, Sabtu, 6 April 2025, di Alun-Alun Kota Wonosobo. Festival yang telah berlangsung sejak 1 April ini menjadi magnet wisata utama selama libur Lebaran 1446 H, dengan total 16 rangkaian acara yang tersebar di berbagai titik wilayah Wonosobo.

Kemeriahan tak hanya hadir dari langit, tapi juga di bumi. Puncak acara besok akan dimeriahkan dengan pertunjukan musik, seni tradisional Wonosobo seperti lengger dan kuda lumping, serta bazar UMKM dan kuliner lokal. Pengunjung dapat menikmati suguhan budaya sembari mencicipi aneka hidangan tradisional dan berbelanja produk lokal berkualitas.

Salah satu event yang paling mencuri perhatian tahun ini adalah Festival Wringinanom Balon, edisi ketiga, yang sukses digelar di Lapangan Binangun dan diikuti oleh 35 peserta dari berbagai desa. Langit Wringinanom dihiasi balon-balon berdesain unik: dari motif batik, tokoh anime, wayang, hingga bentuk samurai—menyulap kawasan itu menjadi lautan warna dan kreativitas.

Ketua Panitia, Yasin Yusuf, mengaku puas dengan antusiasme peserta dan penonton. “Meskipun persiapan cukup mepet, alhamdulillah acara berjalan lancar, penonton membludak, dan akses menuju lokasi pun sangat mendukung,” ujarnya.

Festival ini juga mendapat dukungan penuh dari AirNav Indonesia. Hermana, Corporate Secretary AirNav, menyebut festival ini sebagai langkah positif untuk mengurangi balon udara liar yang berpotensi mengganggu penerbangan. “Tahun ini tercatat 19 kasus balon liar, menurun drastis dari tahun-tahun sebelumnya,” ungkapnya.

Bupati Wonosobo melalui Staf Ahli Ahmad Fathoni menyampaikan kebanggaan terhadap festival yang kini menjadi ikon wisata budaya khas Wonosobo. “Kami akan terus menyempurnakan festival ini agar bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan serta memberdayakan UMKM lokal,” jelasnya.

Sebagai catatan, festival balon udara sempat tidak diselenggarakan secara publik pada tahun 2020 dan 2021 akibat pandemi serta larangan dari otoritas penerbangan terkait pelepasan balon yang dianggap mengancam keselamatan penerbangan, khususnya di sekitar wilayah Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Sejak itu, pemerintah dan panitia menerapkan kebijakan balon harus diikat, agar tradisi tetap hidup tanpa membahayakan keselamatan udara. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar