Budaya Berkebaya Harus Dilestarikan
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Pelestarian dan perhatian terhadap budaya hendaknya dilakukan terus menerus, termasuk melestarikan budaya berkebaya.
"Saya selalu punya kepedulian terhadap budaya. Setelah kemarin kita gelar FGD tentang situs dan artefak, insyaallah besok tentang ada acara tentang manfaat sumbu filosofi bagi masyarakat, dan tentunya juga peringatan Hari Kebaya pada 24 Juli 2024 mendatang," ujar Arya Ariyanto, SE, MMPar, dalam Koordinasi Pemantapan Peringatan Hari Kebaya Ke-1 Nasional 2024 di Sekar Wangi Resto, Jl. Raya Wates Km 5,5 Ambarketawang Gamping, Sleman, Yogyakarta, Rabu (25/6/24).
Arya Ariyanto mengatakan kebaya adalah baju khas perempuan yang melambangkan kesederhanaan, keanggunan, kelembutan, dan keteguhan. Dari banyaknya busana tradisional Indonesia, kebaya ditetapkan sebagai baju nasional oleh Presiden Soekarno.
"Tradisi itu bagian dari budaya. Oleh karena itu, kita harus melestarikannya," ujar Dirut PT Jogkem Sejahtera yang saat ini menjadi salah satu bakal calon wakil walikota Yogyakarta.
Forum Komunikasi Perempuan Pelestari Budaya Nusantara (Forkom PPBN) dan Jogkem Grup berencana menggelar Hari Kebaya Ke-1 tanggal 24 Juli 2024 di Titik Nol Yogyakarta. Ketua Forkom PPBN, Diyah Yuliana Kencana Wati, mengatakan bahwa peringatan kebaya nasional hanya digelar di dua tempat yaitu Istora Jakarta dan Titik Nol Yogyakarta. Peringatan di Istora Jakarta akan rencananya akan dihadiri 7000 perempuan berkebaya sementara di titik Nol Yogyakarta akan dihadiri 2000 perempuan. Prosesi kegiatan Hari Kebaya akan digelar dengan Pentas Seni Budaya Nusantara selama empat jam mulai pukul 17.00 hingga 21.00. Beberapa kesenian nusantara yang akan tampil antara lain tari-tarian dari berbagai daerah dan musik angklung.
Diyah Yuliana menjelaskan bahwa Pentas Seni Nusantara bertujuan membangun rasa nasionalisme dan menjadi ajang silaturahmi antar anggota dari unsur Forkom PPBN yang terdiri dari beberapa komunitas perempuan yang mempunyai tujuan yang sama untuk nguri-uri budaya Nusantara. Selain itu dengan acara ini diharapkan supaya generasi muda lebih mengenal dan mencintai budaya dari negeri sendiri.
Komunitas Perempuan Peduli Budaya Nusantara yang ada di Yogyakarta merupakan gabungan dari beberapa komunitas seperti Komunitas Pecinta Budaya dan Busana Nusantara (PBBN), Pawon Jogan Yogyakarta, Perempuan Berkebaya Yogyakarta, Komunitas Kain Kebaya Indonesia (KKI), Pecinta Sanggul Nusantara (PSN), Gendis Manis Yogyakarta, dan lainnya. Semua komunitas itu akan turut berpartisipasi dalam acara tersebut. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar