Ariyanto Siap Atasi Masalah Sampah Kota Yogyakarta
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com – Teknologi pengolahan sampah sudah sangat berkembang. Banyak sekali alternatif pengolahan sampah untuk mengatasi persoalan sampah di Kota Yogyakarta. Semua tergantung pada kebijakan dan aksi dari pemerintah.
“Penyelesaian masalah sampah itu mudah. Teknologi pengolahan sampah sudah banyak. Bahkan banyak funding ingin investasi dalam pengelolaan sampah. Jadi kalau di Kota Yogyakarta yang istimewa, kota pelajar, gudangnya intelektual kok sampah menjadi persoalan, maka sangat ironis,” kata Arya Ariyanto SE. MM.Pr, Direktur Utama PT Jogkem Sejahtera kepada Jogja-ngangkring.com dalam sebuah perbincangan kemarin malam di Jamur Jawon Resto Jl. Wonosari Km 7 Wiyoro Yogyakarta.
Sebagai Bakal Calon (Balon) Wakil Walikota Yogyakarta, Arya Ariyanto sudah menyiapkan langkah riil mengatasi sampah di kota dengan Teknologi Pengolahan Sampah Kota, Pemusnahan Hydrodrive "Bahan Bakar Air".
"Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah penggunaan mesin pengolah sampah yang ramah lingkungan tanpa bau, asap, atau polusi," katanya.
Dikatakannya, mesin dari Bandung ini mampu mengolah hingga 50 ton sampah per unit per hari. Dengan empat unit mesin pengolahan, Kota Yogyakarta yang menghasilkan sekitar 180 ton sampah per hari dapat diatasi secara menyeluruh. Saat ini kapasitas pengolahan pemkot baru mencapai 80 ton, sehingga masih banyak sampah yang harus diolah oleh masyarakat.
“Insya Allah ini bukan janji palsu. Ini peluang bisnis yang bisa menyejahterakan masyarakat karena dari pengolahan sampah bisa memberikan PAD hingga 500 juta rupiah per bulan," terangnya.
Teknologi ini sudah banyak diterapkan Pemda di berbagai daerah di Indonesia seperti . Banyumas dan Tasikmalaya.
Beberapa tahun ini di Kota Yogyakarta sedang dihadapkan dengan persoalan sampah yang sampai saat ini belum terselesaikan dengan baik. Semenjak TPA Piyungan membatasi buangan sampah, ceceran buangan sampah oleh masyarakat terjadi di berbagai tempat sehingga mengotori dan berpotensimenimbulkan penyakit di kota pariwisata ini.
Dikatakannya pula, pengelolaan sampah yang baik sangat penting untuk mendukung pariwisata dan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) di Yogyakarta. Kota Yogyakarta, sebagai salah satu destinasi wisata terpopuler di Indonesia, menerima ribuan wisatawan setiap harinya. Kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya tarik wisata.
"Hotel, restoran, dan pelaku usaha wisata lainnya harus turut serta dalam program pengurangan dan pengelolaan sampah. Penggunaan bahan ramah lingkungan dan pengelolaan limbah yang baik akan meningkatkan citra pariwisata Yogyakarta," kata Arya.
Pengurangan sampah dari sumbernya menjadi salah satu langkah efektif yang diterapkan. Warga dan pelaku usaha didorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan lebih memilih produk yang ramah lingkungan. Program bank sampah, yang memungkinkan masyarakat menukar sampah anorganik dengan poin atau uang, juga memberikan manfaat ekonomi bagi UMKM.
Arya Ariyanto menambahkan, "Keberhasilan pengelolaan sampah bergantung pada kerjasama antara pemerintah, warga, dan sektor usaha. Dukungan dari pariwisata dan UMKM sangat penting untuk menjadikan Yogyakarta kota yang bersih dan hijau."
Dengan berbagai upaya ini, diharapkan permasalahan sampah di Yogyakarta dapat teratasi, menjadikan kota ini contoh pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan tetap menjadi destinasi wisata yang menarik serta ramah lingkungan. (yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar