TERAS

Bank Karya, Terobosan Baru bagi Seniman Jogja untuk Pasarkan Karya

  • Administrator
  • Jumat, 21 Juni 2024
  • menit membaca
  • 135x baca
Bank Karya, Terobosan Baru bagi Seniman Jogja untuk Pasarkan Karya

Bank Karya, Terobosan Baru bagi Seniman Yogyakarta untuk Pasarkan Karya

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Di era kemajuan teknologi, para seniman Yogyakarta menginisiasi Bank Karya, sebuah platform terorganisir untuk memasarkan karya seni mereka baik secara online maupun offline. Gagasan ini didukung oleh Arya Ariyanto, calon Wakil Walikota Jogja, sebagai bentuk kepedulian terhadap komunitas seniman di Jogja.

Pertemuan yang digelar di Jamur Jawon Resto, Jl. Wonosari Km 7 Wiyoro Yogyakarta, Kamis sore (20/6/24), dihadiri puluhan seniman, Founder CEO PT Appsku Aplikasi Indonesia Denny Aries dan Koordinator Garda Mandiri) Triharso Wibowo . Acara ini diprakarsai oleh Arya Ariyanto, Direktur Utama PT Jogkem Grup, dan dihadiri oleh seniman seperti Tri Suharyanto (seniman patung), Klowor Waldiyono (pelukis), Rismanto (pelukis), dan beberapa lainnya.

Arya Ariyanto yang juga bakal calon (Walikota) Yogyakarta menyampaikan harapan seniman untuk memiliki wadah yang mendukung karya mereka agar bisa dijual dan menghasilkan pendapatan yang stabil. Dengan kombinasi platform online dan offline, memungkinkan karya seni untuk dipamerkan di berbagai lokasi seperti instansi pemerintah, bank, hotel, dan restoran. Dengan demikian, lokasi karya seni dapat selalu dilacak bahkan setelah terjual, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Setiap perpindahan kepemilikan karya akan dicatat, memastikan rekam jejak yang jelas.

Peluncuran Bank Karya direncanakan dalam 2 hingga 3 minggu ke depan, diharapkan dapat menjadi wadah efektif bagi seniman Yogyakarta. Persiapan ini melibatkan visi yang selaras dengan beberapa tokoh seniman, diharapkan dapat segera diimplementasikan untuk mendukung komunitas seniman secara menyeluruh.

Tri Suharyanto, seorang seniman patung, mengungkapkan bahwa seringkali seniman mengalami kesulitan karena keterbatasan bahan dan alat produksi. Banyak seniman yang kesulitan berkarya karena bahan dan alat yang diperlukan tidak tersedia, apalagi jika karya belum terjual.

Tri berbagi solusi berupa "bank karya" yang memungkinkan seniman menggadaikan karya mereka untuk mendapatkan dana membeli bahan dan alat. Selain itu, bank karya juga membantu menjual karya yang digadaikan. Setelah terjual, pembayaran penuh akan dilakukan kepada seniman.

Bank Karya juga akan mengelola data dan dokumentasi proses kreatif seniman, memudahkan akses informasi untuk keperluan pameran atau pengajuan ke galeri. Tri menekankan pentingnya kerjasama dengan berbagai lembaga untuk memastikan keberlanjutan finansial bank karya ini, sehingga seniman dapat terus berkarya tanpa khawatir tentang keterbatasan bahan dan alat produksi. Inisiatif ini diharapkan tidak hanya membantu aspek finansial tetapi juga dokumentasi dan pemasaran karya seniman. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar