TERAS

Optimalisasi Regulasi untuk Penguatan UMKM dan Pariwisata Jogja

  • Administrator
  • Senin, 19 Agustus 2024
  • menit membaca
  • 153x baca
Optimalisasi Regulasi untuk Penguatan UMKM dan Pariwisata Jogja

Optimalisasi  Regulasi untuk Penguatan UMKM dan Pariwisata Jogja

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - "Di Yogyakarta, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan industri pariwisata memiliki peran yang sangat penting dalam membangun ekonomi daerah. Kedua sektor ini tidak hanya menjadi tulang punggung perekonomian lokal, tetapi juga berkontribusi besar terhadap identitas budaya dan daya tarik wisata Yogyakarta. Namun, meskipun memiliki potensi yang besar, UMKM dan industri pariwisata masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan intervensi kebijakan dan regulasi yang lebih efektif dari pemerintah. Penguatan UMKM bukan hanya relevan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, tetapi juga dalam upaya mengoptimalkan potensi pariwisata Yogyakarta yang terkenal di dunia internasional," demikian disampaikan Arya Ariyanto dalam acara Ngobrol Santai "Masihkah Merdeka Itu? Sebuah Refleksi" yang dilaksanakan pada Minggu sore, 18 Agustus2024 di Umbulharjo, Yogyakarta. 

Lebih lanjut Arya menyatakan bahwa permodalan merupakan salah satu tantangan terbesar yang dihadapi oleh pelaku UMKM di Yogyakarta. Meskipun pemerintah telah menyediakan berbagai skema pembiayaan, kenyataannya banyak pelaku usaha masih mengalami kesulitan dalam mengakses dana yang diperlukan untuk ekspansi dan pengembangan usaha. Persyaratan permodalan yang diberlakukan oleh lembaga keuangan formal, seperti perbankan, sering kali terlalu ketat dan tidak realistis bagi UMKM. Misalnya, persyaratan BI Checking dan kriteria kesehatan finansial yang tinggi sering kali menjadi penghalang bagi pelaku usaha kecil untuk mendapatkan pinjaman. Banyak dari mereka tidak dapat memenuhi syarat ini karena keterbatasan literasi finansial atau kondisi keuangan yang belum stabil. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu melakukan reformasi terhadap regulasi permodalan dengan pendekatan yang lebih inklusif. 

"Salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah menciptakan kebijakan permodalan yang lebih fleksibel dan mudah diakses, misalnya melalui penurunan persyaratan administrasi dan penyesuaian suku bunga untuk pelaku UMKM. Selain itu, pemerintah juga perlu mengembangkan program pendampingan yang fokus pada peningkatan literasi keuangan dan kemampuan manajerial UMKM. Program ini akan membantu pelaku usaha memahami dan mengelola permodalan dengan lebih baik, sehingga dapat memanfaatkan dana yang ada untuk mengembangkan usaha mereka secara optimal," lanjut Arya.

Industri pariwisata di Yogyakarta telah lama menjadi magnet bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Dengan kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang dimiliki, Yogyakarta selalu menjadi salah satu destinasi utama di Indonesia. Namun, untuk mempertahankan dan meningkatkan daya saingnya, sektor pariwisata Yogyakarta harus didukung oleh keberadaan produk dan jasa lokal yang kuat dan berkualitas. Di sinilah peran UMKM menjadi sangat vital.

Produk-produk lokal seperti kerajinan tangan, batik, kuliner khas, serta berbagai layanan wisata yang dikelola oleh UMKM dapat menjadi nilai tambah yang memperkaya pengalaman wisatawan. Misalnya, wisatawan yang datang ke Yogyakarta tidak hanya mencari pengalaman menikmati keindahan alam atau situs-situs budaya, tetapi juga mencari produk-produk lokal yang otentik dan berkualitas. Oleh karena itu, sinergi antara UMKM dan sektor pariwisata perlu diperkuat.

Pemerintah memiliki peran kunci dalam menciptakan regulasi yang mendukung kolaborasi ini. Salah satu langkah yang bisa diambil adalah mempermudah UMKM untuk terlibat dalam industri pariwisata, baik melalui kemudahan perizinan, akses permodalan, maupun fasilitas pemasaran. Regulasi yang mendorong penggunaan produk dan jasa lokal dalam sektor pariwisata akan menciptakan ekosistem yang saling menguntungkan antara pelaku usaha dan industri pariwisata. Misalnya, pemerintah bisa mendorong hotel-hotel, restoran, dan tempat wisata untuk lebih banyak menggunakan produk-produk lokal atau menjalin kemitraan dengan UMKM setempat.

Selain itu, UMKM juga perlu didorong untuk lebih inovatif dan adaptif dalam memanfaatkan teknologi. Dalam era digital yang terus berkembang, kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan teknologi menjadi kunci untuk bertahan dan bersaing di pasar. Oleh karena itu, pelaku UMKM perlu dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Pemerintah bisa memfasilitasi pelatihan dan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas teknologi dan pemasaran digital bagi UMKM.

Regulasi pemerintah yang mendukung penguatan UMKM tidak hanya berdampak positif pada sektor ekonomi, tetapi juga pada keberlanjutan pariwisata Yogyakarta. Kebijakan yang mendorong penggunaan produk dan jasa lokal di sektor pariwisata akan memastikan bahwa manfaat dari pertumbuhan sektor ini dapat dirasakan oleh masyarakat lokal. Selain itu, dengan memperhatikan dan mengembangkan UMKM, pemerintah dapat menjaga keberlanjutan pariwisata melalui pendekatan yang berbasis komunitas.

Pemerintah perlu mengembangkan regulasi yang mengedepankan keberlanjutan, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Misalnya, dalam regulasi pembangunan pariwisata, perlu diperhatikan dampaknya terhadap lingkungan dan komunitas lokal. Pendekatan ini akan memastikan bahwa pariwisata yang berkembang di Yogyakarta tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi semata, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan dan kebudayaan yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.

 

Selain itu, strategi ini juga akan membantu UMKM untuk berkembang menjadi pemain global dengan produk yang mampu bersaing di pasar internasional. Dengan regulasi yang tepat, Yogyakarta bisa menjadi model daerah yang berhasil mengintegrasikan UMKM dan pariwisata secara optimal, memberikan kontribusi nyata terhadap ekonomi nasional dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Selain Arya Ariyanto, juga hadir Anggota DPR RI F-PDIP Idham Samawi, Pimred KR Octo Lampito, serta perwakilan penyelenggara  sekaligus  tuan rumah acara Ngobrol Santai "Masihkah Merdeka Itu? Sebuah Refleksi", Sigit Sugito dari Yayasan Indonesia Rumah Kebinekaan "Amiluhur Soeroso". (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar