KAMPUS KARIER

REUNI 40 TAHUN ALUMNI SMP BATURETNO: MERAWAT PERSAHABATAN DI USIA SENJA

  • Administrator
  • Minggu, 18 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 57x baca
REUNI 40 TAHUN ALUMNI SMP BATURETNO: MERAWAT PERSAHABATAN DI USIA SENJA

REUNI 40 TAHUN ALUMNI SMP BATURETNO: MERAWAT PERSAHABATAN DI USIA SENJA

YOGYAKARTA, jogja-ngangkring.com — Empat puluh tahun berlalu sejak masa sekolah. Rambut mulai memutih, langkah melambat, dan sebagian alumni telah memasuki masa purna tugas. Namun, persahabatan tetap terjaga. Gelak tawa dan kenangan masa remaja kembali menyatukan alumni SMP Negeri Baturetno, Banguntapan, Bantul, dalam Reuni 40 Tahun pada Minggu (18/10/2026).

Sebanyak 60 alumni hadir dalam pertemuan yang berlangsung pukul 09.00–13.00 WIB di Limasan Klampok Resto, Jalan Wonosari Km 9, Sekarsuli, Yogyakarta. Jumlah tersebut adalah separo anggota angkatan 1986. Mereka datang membawa kisah kehidupan masing-masing, tetapi tetap terikat oleh kenangan yang tumbuh sejak bangku sekolah.

Mengusung tema “Jalin Silaturahmi, Rekatkan Paseduluran, Bahagia dalam Kebersamaan” dan semboyan Jawa “Kekancan Seduluran Saklawase”, reuni ini menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, melepas rindu, dan mempererat persaudaraan.

Ketua Panitia sekaligus Ketua Alumni, Ramea Agus Purnama, mengajak peserta mengikuti sesi sambung rasa. Cerita tentang keluarga, karier, dan perjalanan hidup mengalir dalam suasana akrab. Iringan musik elektone dengan lagu-lagu nostalgia turut menghidupkan kenangan masa remaja.

Reuni pada usia senja memiliki makna tersendiri. Jika dahulu pekerjaan, karier, dan pencapaian ekonomi mungkin menjadi bahan perbincangan, kini kesehatan, kebersamaan, dan kebahagiaan sederhana terasa lebih berharga.

Bagi alumni yang telah pensiun atau anak-anaknya mulai hidup mandiri, pertemuan dengan sahabat lama menjadi kesempatan untuk memperluas interaksi sosial. Percakapan hangat dan canda tawa dapat menghadirkan emosi positif serta mengurangi rasa kesepian.

Hubungan sosial yang terjaga juga berperan dalam kesejahteraan psikologis. Berbagi cerita dan pengalaman dapat membantu seseorang merasa didukung dan tetap terhubung dengan lingkungannya. Meski bukan pengganti perawatan kesehatan, persahabatan merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga kualitas hidup pada usia lanjut.

Perbedaan profesi, status sosial, dan pencapaian pun tidak lagi menjadi sekat. Semua kembali sebagai kawan lama yang pernah belajar di ruang kelas yang sama dan menyimpan kenangan bersama.

Lebih dari sekadar nostalgia, reuni menjadi kesempatan untuk saling menguatkan. Pengalaman hidup yang beragam dapat menjadi sumber inspirasi, sekaligus pengingat untuk menghargai waktu dan orang-orang terdekat.

Persahabatan yang terpelihara juga membuka ruang bagi kepedulian ketika ada sahabat yang menghadapi masalah kesehatan, kehilangan orang tercinta, atau perubahan kehidupan setelah pensiun. Pertemuan sederhana dapat menjadi awal dukungan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Empat jam kebersamaan di Limasan Klampok Resto mungkin terasa singkat dibandingkan perjalanan hidup selama empat dekade. Namun, reuni tersebut mengingatkan bahwa persahabatan tidak berakhir ketika masa sekolah usai, karier berhenti, atau usia bertambah.

Kekayaan hidup bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga tentang orang-orang yang tetap hadir dan bersedia berbagi perjalanan. Selama silaturahmi terjaga dan kepedulian tumbuh, persaudaraan akan terus hidup. (Tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar