Museum dan Galeri Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta Dilestarikan
Bantul, jogja_ngangkring.com - Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, meresmikan Museum dan Galeri Sanggar Keris Mataram (SKM) Yogyakarta pada tanggal 10 Agustus 2024. Acara ini bertujuan untuk melestarikan budaya Keris Gagrag Mataram di Yogyakarta, sebuah provinsi yang memiliki kekayaan budaya luar biasa. Sebagai bagian dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), keberadaan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pura Pakualaman merupakan simbol pelestarian budaya di wilayah ini.
SKM Yogyakarta didirikan pada 25 November 2020, di tengah pandemi Covid-19. Sanggar ini lahir dari keinginan untuk memperkaya dan melestarikan budaya keris sebagai salah satu warisan budaya bangsa yang diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) pada tahun 2005. Museum dan Galeri SKM tidak hanya fokus pada produksi bilah keris dan perabotnya, tetapi juga berperan sebagai pusat kajian, pendidikan, dan penciptaan keris.
Ketua SKM Yogyakarta, Nurjianto atau yang biasa akrab dipanggil Gus Poleng, berharap bahwa keberadaan museum ini dapat menjadi langkah penting dalam membangun peradaban budaya keris di Yogyakarta, serta memperkuat identitas keris sebagai mahakarya budaya bangsa. Gus Poleng yang juga Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Tosan Aji DIY (FKPTA-DIY) menambahkan bahwa SKM berupaya untuk melestarikan keris sebagai bagian dari kebudayaan Jawa yang adiluhung.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Yanatun Yunadiana, S.Si., M.Si. (Kadisbud Bantul), Nugroho Eko Setyanto, S.Sos., M.M. (Kadis Dikpora Bantul), Subarta, S.Sos., M.Si. (Panewu Kapanewon Kasihan), dan berbagai akademisi serta budayawan.
Dalam sambutannya, Bupati Bantul menegaskan bahwa pelestarian keris sejalan dengan visi utama Kabupaten Bantul untuk mencapai masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan berkeadilan. Kepala Dinas Kebudayaan Bantul, Yanatun Yunadiana, menekankan pentingnya sektor ekonomi dan industri kreatif dalam mendukung pelestarian budaya di wilayah ini.
Ki Arya Pandhu, pengelola SKM Yogyakarta, menyatakan bahwa museum ini didesain untuk menjadi pusat pengembangan ekosistem keris yang dinamis dan berkelanjutan, dengan melibatkan masyarakat setempat dalam pelestarian budaya. SKM Yogyakarta bersama 86 Paguyuban Tosan Aji Nusantara juga berharap agar pemerintah segera menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Keris Nasional.
Dengan adanya Museum dan Galeri SKM Yogyakarta, diharapkan budaya keris Gagrag Mataram dapat terus lestari dan menjadi rujukan penting bagi masyarakat Yogyakarta dan Indonesia. (yun).
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar