AGENDA

PASAR DJADOEL TEMPURAN

  • Administrator
  • Senin, 26 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 34x baca
PASAR DJADOEL TEMPURAN

PASAR DJADOEL TEMPURAN 

BANTUL, jogja-ngangkring.com - Sebuah gerakan pemberdayaan ekonomi berbasis jamaah masjid akan hadir di Bintaran Kulon, Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kabupaten Bantul. Mengusung nama Pasar DJADOEL Tempuran Bintaran Kulon, kegiatan ini dijadwalkan dibuka perdana pada Ahad Pahing, 1 November 2026, pukul 07.00–12.00 WIB.

Pasar DJADOEL Tempuran merupakan inisiatif pemberdayaan ekonomi jamaah Masjid Al-Kautsar Bintaran Kulon, yang dikembangkan bersama masyarakat melalui kolaborasi dengan LP UMKM PWM DIY dan LAZISMU DIY. Berbeda dari pasar pada umumnya, Pasar DJADOEL Tempuran mengusung konsep pasar tradisional yang memadukan pemberdayaan ekonomi, pelestarian budaya, pangan sehat, dan kepedulian terhadap lingkungan.

Salah satu nilai utama Pasar DJADOEL Tempuran adalah menghadirkan makanan tradisional yang tidak hanya menghidupkan kenangan masa lalu, tetapi juga mendorong pola konsumsi yang lebih sehat. Para pelapak diarahkan untuk menyajikan makanan tanpa tambahan MSG, pewarna sintetis, dan bahan pengawet, dengan mengutamakan bahan-bahan alami.

Pasar ini juga mendorong penggunaan tepung mocaf (Modified Cassava Flour), yaitu tepung berbahan dasar singkong lokal yang diolah melalui proses modifikasi, sebagai alternatif pengganti tepung terigu pada produk makanan yang sesuai.

Penggunaan mocaf diharapkan tidak hanya mengurangi ketergantungan pada tepung terigu berbahan gandum impor, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi petani singkong dan pelaku usaha pengolahan pangan lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang untuk memperkenalkan kembali kekayaan pangan Nusantara sekaligus mendorong kemandirian bahan baku pangan masyarakat.

Kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pasar. Pengelola berkomitmen meminimalkan penggunaan plastik sekali pakai dan mendorong pemanfaatan kemasan alami, seperti daun pisang, daun jati, besek bambu, serta wadah tradisional lainnya yang sesuai dengan jenis makanan.

Lapak-lapak pedagang dirancang sederhana menggunakan meja bambu tanpa tenda maupun bangunan permanen, sehingga tetap menyatu dengan suasana alami kawasan Tempuran.

Berada di sekitar pertemuan Kali Opak dan Kali Gawe, pasar ini juga diharapkan menjadi sarana menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian sungai. Konsep tersebut menegaskan bahwa aktivitas ekonomi masyarakat dapat tumbuh seiring dengan upaya merawat alam, bukan justru merusaknya.

Pada penyelenggaraan kali ini  direncanakan menghadirkan sekitar 28 pelapak dengan lebih dari 50 jenis makanan, minuman, dan produk tradisional. Pengunjung dapat menikmati aneka jajanan pasar, makanan khas pedesaan, minuman rempah, hasil bumi, hingga kerajinan masyarakat.

Keunikan lainnya adalah penggunaan Dhuwit Pring, alat tukar khusus berbahan bambu yang digunakan untuk bertransaksi di lingkungan pasar. Suasana pasar juga akan dimeriahkan kesenian karawitan dan dolanan tradisional, menghadirkan pengalaman wisata yang dekat dengan budaya dan kehidupan masyarakat Jawa.

Mengusung semboyan “Ngrumat Tradisi, Ngrumat Bungahing Ati”, kegiatan ini diharapkan menjadi gerakan bersama untuk merawat tradisi, menghidupkan ekonomi warga, menjaga lingkungan, dan menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

Pasar DJADOEL Tempuran direncanakan diselenggarakan secara rutin setiap selapan atau 35 hari sekali. Google Maps: https://maps.app.goo.gl/ogc3MbmLmonvvS7D9.  Nara hubung: 0851-6289-5747 (*)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar