Wisata Religi: Ziarah Makam Kiai Walik
Wonosobo, jogja-ngangkring.com - “Tetaplah menjalankan ibadah, terutama shalat lima waktu. Jangan merasa lebih baik dari orang lain. Bersikaplah baik kepada siapa saja.”
Tiga pesan dalam bahasa Jawa tersebut terpampang di kompleks makam Kiai Walik, seorang ulama penyebar Islam yang dikenal karena kebijaksanaan dan pengabdiannya dalam membimbing masyarakat. Makam beliau berada di kawasan Masjid Al Manshur, Wonosobo, dan menjadi salah satu tujuan wisata religi yang sarat nilai spiritual dan sejarah.
Masjid Al Manshur mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun umum. Fasilitas seperti area parkir, tempat wudhu, dan ruang istirahat tersedia bagi peziarah. Berziarah ke makam Kiai Walik bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat spiritualitas serta merenungkan ajaran dan nilai-nilai kehidupan yang beliau wariskan.
Menurut catatan sejarah, Kiai Walik bersama dua ulama lainnya, Kiai Kolodete dan Kiai Karim, membuka hutan belantara hingga menjadi pemukiman dan menyebarkan ajaran Islam di Wonosobo. Ketiga tokoh ini kemudian menetap di lokasi yang berbeda: Kiai Kolodete di Dataran Tinggi Dieng, Kiai Walik di sekitar Wonosobo, dan Kiai Karim di Kalibeber.
Kiai Walik dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan disegani pada zamannya. Selain sebagai ulama, ia juga berperan sebagai perancang kota, meletakkan dasar perkembangan Wonosobo hingga menjadi kota seperti saat ini. Salah satu peninggalannya adalah masjid yang dulu berdiri di sebelah barat daya kota, meskipun kini tidak lagi ditemukan.
Menurut Dr. KH Muchotob Hamzah MM, pembina Yayasan Masjid Al Manshur, Kiai Walik merupakan salah satu tokoh awal yang membawa Islam ke Wonosobo dan menjadi bagian penting dalam sejarah kota ini. Oleh karena itu, makam beliau memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi unggulan di Wonosobo. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar