TERAS

SALING MEMBAHAGIAKAN

  • Administrator
  • Rabu, 16 September 2026
  • menit membaca
  • 24x baca
SALING MEMBAHAGIAKAN

Saling Membahagiakan

YOGYAKARTA, jogja-ngangkring.com -  Ada beberapa peristiwa dalam kehidupan yang kadang tidak langsung diterima sebagai sebuah kebaikan karena datang melalui sesuatu yang awalnya tidak disukai. 

Kisah itu bermula dari sebuah perjodohan. Dua keluarga melihat ada kebaikan jika seorang gadis dan seorang pemuda dipertemukan dalam ikatan pernikahan. Berangkat dari  keinginan mulia, ingin memberikan yang terbaik dan melihat anak-anak mereka kelak hidup dalam kebahagiaan.

Sang gadis tahu sosok pemuda yang menjadi calon suaminya. Semula semua biasa, tidak ada perasaan istimewa, tidak benci namun juga tidak suka. Perasaan berubah ketika ia mengetahui bahwa keluarga ternyata memiliki rencana untuk mempertemukan mereka dalam sebuah pernikahan. Mulailah muncul rasa tidak suka pada si pemuda. Sesuatu yang sebelumnya biasa tiba-tiba terasa jadi berbeda karena keputusan orang lain. 

Namun kehidupan selalu punya mempunyai  jalannya sendiri. Dalam berbagai kegiatan mereka justru semakin sering dipertemukan. Di sini hati bekerja dengan cara yang tidak dapat dijelaskan oleh logika. Penolakan yang semula kuat perlahan tercipta ruang sela. Sang gadis mulai melihat perjodohan itu dari kacamata yang berbeda. Bukankah keluarganya tidak sedang menginginkan sesuatu yang buruk? Bukankah mereka justru sedang berusaha membahagiakannya dengan cara yang menurut mereka terbaik? Kesadaran tidak pernah datang tiba-tiba. Bagi mereka yang mau belajar, selalu ada jawaban bagi setiap pertanyaan. Menerima perjodohan adalah keputusan terbaik. 

Al-Qur'an menyebut bahwa di antara tanda kebesaran Allah adalah diciptakannya pasangan agar manusia memperoleh ketenteraman, kemudian Allah menjadikan di antara mereka mawaddah dan rahmah (QS. Ar-Rum: 21). Kasih sayang itu tidak selalu hadir dalam bentuk perasaan yang langsung tumbuh sejak pertemuan pertama. Kadang ia justru tumbuh setelah seseorang belajar memahami, menerima dan memberi ruang bagi kebaikan.

Akhirnya, gadis itu menerima perjodohan tersebut. Pernikahan berlangsung dan kehidupan mereka berjalan dengan baik. Dua keinginan baik ternyata bertemu pada satu titik: keluarga ingin membahagiakan anaknya, sementara sang anak memilih membalasnya dengan memberikan kebahagiaan kepada keluarganya. Di antara dua niat baik itu, ada kehendak Allah yang mempertemukan keduanya melalui jalan yang tidak langsung dapat dipahami sejak awal.

Begitulah cara kebaikan bekerja. Ia tidak selalu datang dalam bentuk yang kita sukai. Ketika hati dipenuhi niat baik, ketika keinginan membahagiakan tidak hanya berhenti pada diri sendiri, dan ketika semuanya diserahkan kepada Allah, ada keindahan yang baru terlihat setelah  menjalaninya. Membahagiakan orang lain juga bagian dari kebahagiaan diri. (Yn)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkait

DANAIS BUKAN UANG KERATON

DANAIS BUKAN UANG KERATON

  • Senin, 14 September 2026
TERHORMAT MESKI TAK LAGI BERSUAMI

TERHORMAT MESKI TAK LAGI BERSUAMI

  • Minggu, 13 September 2026