Wonosobo Bidik Lompatan Ekonomi Lewat Investasi Pertanian, Pariwisata, dan UMKM

WONOSOBO, jogja-ngangkring.com – Upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah mulai menunjukkan hasil. Kabupaten Wonosobo berhasil menarik minat sejumlah investor untuk mengembangkan sektor pertanian, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan sejumlah perusahaan, yakni PT Turima Agro Mas, PT Bogasari Indonesia, dan PT Agronesia Multi Resources dalam forum Wonosobo Investment and Business Forum (WIBF) yang diselenggarakan oleh HIPMI Wonosobo bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Wonosobo di Pendopo Bupati, Selasa (9/6/2026).
Ketua HIPMI Wonosobo, Matranto, menjelaskan forum tersebut dirancang untuk mempertemukan investor nasional maupun internasional dengan pelaku usaha lokal guna membuka peluang kerja sama yang saling menguntungkan.
Menurutnya, Wonosobo memiliki modal besar berupa sektor pertanian yang kuat, destinasi wisata yang terus berkembang, serta UMKM yang tumbuh di berbagai wilayah. Potensi tersebut perlu didukung investasi agar mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kolaborasi antara pemerintah, investor, dan pelaku usaha menjadi kunci percepatan pembangunan ekonomi daerah. Jika ketiganya berjalan bersama, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.
Salah satu rencana investasi yang mencuat dalam forum tersebut adalah pembangunan pabrik pupuk oleh PT Turima Agro Mas. Kehadiran industri pupuk di Wonosobo dinilai dapat memperpendek rantai distribusi sekaligus menjamin ketersediaan pupuk bagi petani.
Selama ini kebutuhan pupuk sebagian besar masih dipasok dari luar daerah, sehingga petani kerap menghadapi persoalan distribusi maupun keterlambatan pasokan. Untuk merealisasikan investasi tersebut, HIPMI bersama DPMPTSP dan calon investor akan melakukan survei sejumlah lokasi yang dinilai potensial sebagai kawasan industri pupuk.
Selain sektor pertanian, peluang investasi juga mengarah pada pengembangan pariwisata. PT Yospar Grawita Tama berencana mengembangkan konsep wisata terpadu berbasis wisata air dan pusat belanja yang dapat dikembangkan di kawasan Waduk Wadaslintang maupun Telaga Menjer.
Sementara itu, PT Bogasari Indonesia akan memulai kontribusinya melalui program peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Perusahaan tersebut berencana memberikan pelatihan pengolahan kuliner kepada kader TP PKK dan pelaku UMKM agar produk lokal memiliki daya saing yang lebih tinggi.
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, mengatakan tren pariwisata saat ini telah bergeser. Wisatawan tidak hanya datang untuk menikmati panorama alam, tetapi juga mencari pengalaman yang autentik dan berinteraksi langsung dengan kehidupan masyarakat setempat.
Menurutnya, komoditas unggulan seperti Kopi Dieng dan Carica memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
"Produk lokal bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi identitas budaya daerah yang perlu terus diperkuat," katanya.
Afif menilai modernisasi sektor pertanian dan hilirisasi produk akan memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Dengan adanya kepastian pasar dan peningkatan nilai tambah produk, pendapatan petani diperkirakan dapat meningkat secara signifikan.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program pemberdayaan, mulai dari bantuan alat produksi, pendampingan sertifikasi, hingga penguatan infrastruktur pendukung seperti cold storage dan gudang beku di sentra produksi.
Selain itu, Pemkab Wonosobo juga mendorong terciptanya pola kemitraan yang sehat antara petani, koperasi, investor, pelaku UMKM, dan sektor hospitality sehingga manfaat investasi dapat dirasakan secara lebih luas.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Afif menyampaikan apresiasi kepada berbagai perusahaan yang menunjukkan minat berinvestasi di Wonosobo. Ia berharap seluruh proses penjajakan yang telah dilakukan dapat segera diwujudkan menjadi investasi riil yang mampu membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi daerah.
Bagi Wonosobo, investasi bukan semata tentang masuknya modal, tetapi tentang bagaimana potensi lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan. Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, daerah yang dikenal sebagai kawasan pegunungan dengan kekayaan pertanian dan pariwisata ini optimistis mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya di masa mendatang. (*)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar