Setetes Darah dan Harapan dari Gerakan Koperasi

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com -
Hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk mengalirkan setetes darah dari tubuh seorang pendonor. Namun bagi seseorang yang sedang menunggu transfusi, tetesan itu berarti sangat besar, adanya kesempatan untuk bertahan hidup.
Pesan kemanusiaan itulah yang terasa di Gedung KSP Insan Mandiri Nitikan, Jalan Nitikan Baru No. 35, Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (18/7/2026).
Di tengah peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 se-Kota Yogyakarta dan ulang tahun ke-25 KSP Insan Mandiri Nitikan, Jogkem Group menggelar aksi donor darah ke-17. Tidak ada panggung besar untuk menyampaikan pesan kemanusiaan. Hanya lengan-lengan yang bersedia dibuka, jarum yang ditusukkan, dan darah yang perlahan mengalir ke kantong-kantong donor.
49 calon pendonor, 22 orang dinyatakan lolos skrining kesehatan dan berhasil mendonorkan darahnya. Angka itu mungkin terlihat kecil. Namun dalam perspektif kemanusiaan, setiap kantong darah memiliki nilai yang tidak sederhana. Darah dibutuhkan korban kecelakaan, ibu yang mengalami perdarahan saat melahirkan, hingga pasien dengan penyakit tertentu. Mereka yang menerima darah bahkan tidak pernah tahu siapa orang yang telah menyumbangkannya. Donor darah adalah memberi tanpa mengenal, menolong tanpa berharap balasan.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan menegaskan bahwa semangat koperasi tidak berhenti pada aktivitas ekonomi. Koperasi, menurutnya, juga memiliki dimensi sosial yang penting karena dibangun di atas nilai kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Pesan tersebut menemukan bentuk konkretnya melalui aksi donor darah. “Setetes darah yang kita donorkan mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit untuk diberikan, tetapi dapat menjadi harapan dan penyelamat bagi sesama yang sedang membutuhkan,” demikian pesan Wawan.
Bagi Bakpia Jogkem Group, donor darah bukan agenda insidental. Aksi sosial itu digelar rutin setiap tiga bulan dan telah memasuki penyelenggaraan ke-17. Direktur Utama Pusat Oleh-oleh Bakpia Jogkem Group, Arya Aryanto, mengatakan kegiatan tersebut berawal dari kepedulian sosial terhadap masyarakat Yogyakarta.
“Tak terasa aksi donor darah yang rutin kami lakukan tiga bulan sekali ini sudah memasuki yang ke-17,” ujar Arya.
Ketua Pengurus KSP Insan Mandiri Nitikan, Muhammad Komarudin, mengatakan aksi donor darah menjadi bagian dari ungkapan syukur atas perjalanan koperasi yang genap berusia 25 tahun. Selain donor darah, kegiatan juga dirangkai dengan santunan bagi 53 anak yatim dan dhuafa di sekitar koperasi.
Ketua PMI DIY GBPH Prabukusumo menyebut para pendonor sebagai pahlawan kemanusiaan. Sebab, tanpa kesukarelaan mereka, ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan akan sulit dipenuhi.
Koperasi tidak hanya berbicara tentang modal, anggota, dan kesejahteraan ekonomi. Ia menunjukkan wajah lain yang tak kalah penting yaitu solidaritas.
Sebab kekuatan sebuah gerakan tidak hanya diukur dari seberapa besar manfaat ekonomi yang diciptakannya. Tetapi juga dari seberapa jauh ia mampu membuat manusia lain merasa tidak sendirian.
Setetes darah mengalir dari satu tubuh. Namun harapannya bisa menjangkau kehidupan yang sama sekali tak dikenal. (Tor)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar