DOLAN JAJAN

Dulgabul, Saat Bakmi Jawa dan Kopi Berbagi Meja

  • Administrator
  • Jumat, 26 Juni 2026
  • menit membaca
  • 19x baca
Dulgabul, Saat Bakmi Jawa dan Kopi Berbagi Meja

Dulgabul, Saat Bakmi Jawa dan Kopi Berbagi Meja

Sleman, jogja-ngangkring.com - Aroma bawang putih yang ditumis di atas bara api memenuhi ruang. Dari sudut lain, harum kopi yang baru disangrai menguar bersama suara mesin roasting. Suasana itulah yang menyambut setiap pengunjung di sebuah ruang kuliner di Jl. Onggomertan Utara No. 30, Nayan, Maguwoharjo, Depok, Sleman.

Dulgabul, tempat ini dibangun dari kecintaan Heru Kuswanto dan Helena pada kuliner Nusantara. Mereka mempertahankan resep Bakmi Jawa warisan keluarga, lalu memadukannya dengan budaya kopi spesial agar tradisi tetap hidup dan dekat dengan generasi masa kini.

Kolaborasi dengan Sellie Coffee melahirkan konsep Prasmanan Kopi. Pengunjung tidak sekadar memesan minuman, tetapi memilih sendiri biji kopi, meracik komposisi Arabika dan Robusta sesuai selera, hingga menyaksikan proses roasting secara langsung.

Setiap racikan melahirkan karakter yang berbeda. Kopi hasil sangrai dapat langsung diseduh tanpa harus melalui masa resting. Pengunjung juga diajak mengikuti sesi cupping untuk mengenali aroma, body, acidity, dan aftertaste dari racikan mereka sendiri.

Salah satu menu yang paling menarik perhatian ialah Dulgabul Latte, perpaduan latte modern dengan cita rasa Bajigur. Teksturnya lembut, aroma rempahnya hangat, menghadirkan sensasi yang akrab sekaligus memberi kejutan. Pilihan lain seperti Sandyakala, Arunica, Satapatri, Tehpoci, dan Wedang Oewoeh semakin memperkaya pengalaman menikmati minuman.

Semangkuk Bakmi Jawa menjadi pasangan yang serasi bagi secangkir kopi. Perpaduan keduanya menjadikan tempat ini bukan sekadar tujuan bersantap, melainkan ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan percakapan.

Heru dan Helena berharap ruang yang mereka bangun dapat menjadi bagian dari identitas kuliner Yogyakarta. Warisan keluarga tetap dipertahankan, sementara z terus dihadirkan agar setiap kunjungan meninggalkan kesan. Tradisi tidak harus berhenti sebagai kenangan. Dengan sentuhan yang tepat, warisan lama dapat hadir kembali dalam pengalaman kuliner yang hangat, akrab, dan sulit dilupakan. Instagram & TikTok: @dulgabul. (Tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar