PARIWARA

Sutiman, Mantan Sopir Taxi yang Bangkit Menjadi Pengusaha Kacang Bawang dan Kacang Kulit Oven

  • Administrator
  • Selasa, 14 Januari 2025
  • menit membaca
  • 264x baca
Sutiman, Mantan Sopir Taxi yang Bangkit Menjadi  Pengusaha Kacang Bawang dan  Kacang Kulit Oven

Sutiman, Mantan Sopir Taksi yang Bangkit Menjadi Pengusaha Kacang Bawang dan Kacang Kulit Oven

Yogyakarta, Jogja-ngangkring.com - Perjalanan hidup Sutiman adalah cerminan semangat pantang menyerah menghadapi perubahan zaman. Pria kelahiran 15 Agustus 1968 ini memulai hidup dari nol, dengan meniti karier sebagai sopir taksi sejak tahun 1994. Berbekal tekad dan kerja keras, Sutiman tak hanya menjadi sopir, tetapi berhasil mengkredit dua unit taksi dan bahkan terpilih sebagai Ketua Pengemudi Taksi se-DIY.

Namun, perubahan teknologi memaksa Sutiman menghadapi tantangan besar. Kehadiran taksi online membuat pendapatannya menurun drastis. Puncaknya, pandemi COVID-19 menghantam bisnis transportasinya hingga lumpuh total. Di saat banyak orang terpuruk, Sutiman memilih untuk bangkit. Ia memutuskan beralih ke usaha kecil menengah (UMKM) dengan memanfaatkan keahlian istrinya, Partiyem. 

“Saya mulai dengan menitipkan kacang bawang ke warung-warung. Ternyata laku. Dari situ saya terpacu untuk memperbaiki kemasan dan mengurus izin usaha,” kenangnya. Produk kacang tersebut diberi merek “Kacang Bu Tiyem”, gabungan dari nama istrinya, Partiyem, dan nama panggilannya, Timan. Pemilihan nama yang sederhana dan mudah diingat itu terbukti membawa keberuntungan.

Kini, produk Kacang Bu Tiyem telah masuk ke berbagai jaringan toko modern di DIY seperti Indomaret, Alfamidi, Mirota, dan toko oleh-oleh Bakpia Jogkem. Dengan penjualan yang terus meningkat, Sutiman rutin menyuplai hingga ratusan bungkus kacang setiap minggunya.

“Setiap dua minggu sekali saya setor sekitar 150-200 bungkus ke Indomaret dan Alfamidi. Saya ingin terus memperluas pasar di seluruh DIY,” ujarnya dengan optimisme. Meski usaha ini telah membuahkan hasil, Sutiman masih berjuang mengembangkan bisnisnya. Produksi kacang bawang dan kacang kulit ovennya saat ini ditangani bersama istrinya dan satu karyawan. Satu kali produksi, mereka menggoreng hingga 50 kg kacang per minggu, dengan pasokan bahan baku yang didapat dari pengepul.

Kendala utama yang dihadapi Sutiman saat ini adalah keterbatasan modal dan peralatan. Namun, semangatnya tak pernah surut. Ia aktif mengikuti berbagai kurasi pemerintah dan terus belajar strategi pemasaran.

“Saya memang belum maksimal memanfaatkan media online untuk pemasaran. Tapi saya tetap berusaha mengembangkan penjualan, terutama ke pasar modern. Pasar modern adalah kunci untuk meningkatkan omset secara signifikan.” tuturnya.

Target Sutiman ke depan adalah memperluas jangkauan produk Kacang Bu Tiyem ke seluruh outlet Indomaret dan Alfamidi di DIY. 

“Kalau sudah masuk semua pasar modern di DIY, insyaallah usaha ini bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan memberi manfaat bagi orang lain,” katanya penuh harap.

Kisah Sutiman bukan hanya tentang bagaimana ia berjuang menghidupi keluarga, tetapi juga tentang bagaimana ia menginspirasi banyak orang untuk tidak menyerah menghadapi tantangan hidup. Dari seorang sopir taksi, ia berhasil bertransformasi menjadi pengusaha UMKM yang sukses. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkait

Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Dunia

Virgin Coconut Oil (VCO) untuk Dunia

  • Senin, 03 Februari 2025
Dari Wayang ke Wedang

Dari Wayang ke Wedang

  • Jumat, 31 Januari 2025
Hotline Service Wisatawan Kota Yogya

Hotline Service Wisatawan Kota Yogya

  • Minggu, 31 Maret 2024