Es Sarang Burung Favorit Kotagede
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - "Sarang burung papat, cocktail loro, kolak siji. Es-he dipisah yo, Kang”. Demikian permintaan seorang pembeli Es Sarang Burung Kang Bagor dengan logat Jawa Kotagede. Kang Bagor yang memiliki nama lengkap Elfi Handoko (51) adalah pedagang es musiman yang hanya berjualan tiap bulan Puasa (Ramadhan) di depan Balai Desa Jagalan Jalan Mondorakan Kotagede Yogyakarta.
Es sarang burungnya menjadi favorit pelanggan karena cita rasa yang enak dan aman untuk dikonsumsi bahkan oleh anak-anak karena menggunakan sirup terkenal serta gula pasir asli. Setiap hari, begitu lapaknya dibuka sekitar pukul 15.00 atau sesaat setelah kumandang Adzan Asar, stoknya cepat habis karena diserbu oleh pelanggan setianya. Dalam waktu sekitar satu jam, dua toples sarang burung masing-masing dengan kapasitas 20 liter habis terjual. Untuk cocktail dan kolak Kang Bagor hanya menyiapkan masing-masing satu container l, setara dengan 15 liter.
Kang Bagor bercerita bahwa ia telah menjual es sarang burung sejak 2005, awalnya di depan Kantor Pegadaian Kotagede dan sudah lima Ramadhan ini pindah ke ke Jalan Mondorakan. Meskipun hanya berjualan selama satu bulan setiap tahunnya, ia memiliki pelanggan tetap yang loyal. Kang Bagor menjelaskan bahwa ia sengaja hanya berjualan saat bulan Ramadhan karena juga memiliki pekerjaan lain yaitu sebagai driver ojek online. Sebelum menjadi driver, Kang Bagor juga penah membuka usaha pecel lele, angkringan, dan soto untuk sarapan.
Selama ini pendapatan dari usaha es sarang burung ini mencukupi kebutuhan Ramadhan dan belanja Lebaran. Tentang rencana ke depan dan prospek usaha di luar bulan Ramadhan, Kang Bagor memberikan penjelasan.
“Dulu pernah mencoba berjualan es sarang burung di luar bulan Ramadhan. Namun hasilnya tidak seperti yang diharapkan. Berjam-jam menunggui lapak jualan, dagangan sering tidak habis. Padahal sebagian besar bahan baku yang digunakan untuk proses produksi harus langsung habis hari itu juga. Sehingga lama-lama justru kehabisan modal. Namun bukan berarti saya tidak mempertimbangkan hal ini ya. Sebagai seorang manusia, saya tidak tahu kapan, di mana, dan dengan cara bagaimana apa rejeki itu sampai kepada Saya. Jadi tetap ada kemungkinan jualan es ini berlanjut setelah Ramadhan.”
Selain es sarang burung, Kang Bagor juga menjual cocktail dan kolak pisang, namun es sarang burung tetap menjadi favorit para pelanggan.
“Walaupun penjual es sarang burung bukan hanya saya, namun harus optimis bahwa produk saya numero uno,” tegas Kang Bagor mengakhiri perbincangan. (yun).
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar