DOLAN JAJAN

MENU WARISAN IBU, LONTONG TETEL BUKA CABANG DI DIENG

  • Administrator
  • Selasa, 06 Oktober 2026
  • menit membaca
  • 16x baca
MENU WARISAN IBU, LONTONG TETEL BUKA CABANG DI DIENG

MENU WARISAN IBU, LONTONG TETEL BUKA CABANG DI DIENG

BANJARNEGARA, Jogja-ngangkring.com -  Wisatawan yang berkunjung ke kawasan Dieng kini memiliki pilihan kuliner baru. Lontong Tetel, menu berbahan lontong dengan tetelan daging sapi atau ayam kampung dalam kuah santan kental, membuka cabang di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.

Mengusung tagline “Seger-Kemlecer”, Lontong Tetel sebelumnya berpusat di Jalan Sabuk Alu, tepat di depan Kantor KPU Wonosobo. Cabang Dieng resmi dibuka sejak Sabtu (3/10/2026), sekitar 200 meter dari Titik Nol Dieng, tepat di depan Mushola Assyofa.

Owner Lontong Tetel Wonosobo, Istana Yuda Pratama, mengatakan pembukaan cabang tersebut untuk mendekatkan menu Lontong Tetel kepada wisatawan yang berkunjung ke Dieng.

“Orang yang berwisata ke Dieng, kalau mau menikmati menu Lontong Tetel, sudah tidak jauh-jauh lagi harus turun ke area kota Wonosobo. Kami ingin memfasilitasi para wisatawan yang masih stay di Dieng untuk sekalian menikmati kuliner Lontong Tetel sehingga mereka lebih lama tinggal di Dieng,” kata Yuda.

Menurutnya, kuliner menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman wisata. Dieng selama ini telah dikenal dengan sejumlah makanan dan minuman seperti mi ongklok, carica, geblek, dan tempe kemul. Kehadiran Lontong Tetel diharapkan menambah pilihan kuliner bagi wisatawan.

“Wisatawan selain menikmati view alam pegunungan Dieng dan keragaman budaya, juga bisa mencicipi keragaman wisata kuliner khas daerah dingin. Salah satunya Lontong Tetel yang segar kemlecer,” ujarnya.

Di balik usaha tersebut terdapat cerita keluarga yang menjadi sumber inspirasi Yuda. Lontong Tetel merupakan pengembangan dari masakan almarhumah ibunya, Sunarti, yang sejak dirinya kecil kerap memasak daging tetelan sapi dan ayam berkuah. Cita rasa masakan sang ibu kemudian ia bawa ke dalam usaha kuliner yang dikembangkan saat ini.

“Warisan kuliner Ibu saya itu lalu saya teruskan dengan membuka usaha kuliner Lontong Tetel seperti saat ini. Resep dari Ibu itulah yang ingin kami kenang dan rasanya selalu ngangeni,” tuturnya.

 

Yuda mengatakan ibunya juga mengajarkan kepada anak-anaknya tentang masakan berbahan alami yang enak dan dapat dinikmati bersama keluarga. Pilihan mengembangkan Lontong Tetel di kawasan Dieng juga disesuaikan dengan karakter daerah pegunungan yang memiliki suhu udara relatif dingin. Menu berkuah panas dinilai cocok disantap setelah wisatawan beraktivitas di kawasan tersebut.

 

Lontong Tetel tersedia dalam pilihan kuah pedas dan original. Kuah pedas memberikan sensasi hangat, sementara kuah original memiliki cita rasa manis dan tidak pedas.

“Menu Lontong Tetel ini bisa menghangatkan tubuh. Karena kuahnya panas, pedas dan seger kemlecer. Bagi yang enggak suka pedas, ada kuah original yang manis nonpedas,” katanya.

 

Lontong Tetel Cabang Dieng buka setiap hari pukul 06.30–21.30 WIB. Jam buka tersebut memungkinkan wisatawan menikmati menu sejak pagi, termasuk setelah berburu sunrise, hingga malam hari. Selain Lontong Tetel, tersedia menu pendamping berupa tempe kemul dan geblek serta minuman carica. Tempat tersebut mampu menampung sekitar 200 orang di lantai bawah dan atas. Dari lantai atas, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan pegunungan Dieng.

(Tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar