KAMPUS KARIER

Reuni Delayota 1989: Temu Kangen Jadi Ikhtiar Sambut Masa Pensiun yang Sehat

  • Administrator
  • Sabtu, 04 Juli 2026
  • menit membaca
  • 50x baca
Reuni Delayota 1989: Temu Kangen Jadi Ikhtiar Sambut Masa Pensiun yang Sehat

Reuni Delayota 1989: Temu Kangen Jadi Ikhtiar Sambut Masa Pensiun yang Sehat

Sleman, jogja-ngangkring.com — Tawa canda terdengar lepas di sela sejuknya udara lereng Gunung Merapi. Sebagian rambut telah memutih, beberapa langkah tak lagi secepat saat mengenakan seragam abu-abu putih puluhan tahun silam. Namun, ketika sapaan akrab dan canda lama kembali bersahutan, jarak 37 tahun seolah runtuh dalam hitungan detik.

Sebanyak 78 alumni SMA Negeri 8 Yogyakarta atau yang akrab disebut Delayota Angkatan 1989 berkumpul di Villa Kaskoyo, Kaliurang, Sabtu (4/7), dalam reuni yang tidak hanya menghadirkan nostalgia, tetapi juga mengajak para sahabat lama menatap babak kehidupan berikutnya: masa pensiun.

Tema "Persiapan Masa Pensiun Menuju Kesehatan yang Prima" dipilih bukan tanpa alasan. Memasuki usia sekitar 55 tahun, para alumni menyadari bahwa kesehatan menjadi bekal yang jauh lebih berharga dibanding sekadar pencapaian karier. Karena itu, sebelum menikmati berbagai acara keakraban, mereka lebih dahulu mengikuti pemeriksaan kesehatan yang difasilitasi tim Puskesmas Pakem.

Satu per satu alumni menjalani pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol total, HDL, LDL, trigliserida, hingga asam urat. Di balik angka-angka yang muncul pada hasil pemeriksaan, tersimpan kesadaran bahwa tubuh pun memiliki cerita yang perlu didengarkan setelah puluhan tahun bekerja, membangun keluarga, dan mengabdikan diri di berbagai bidang.

Ketua Panitia Reuni, Prof. Dr. drh. Aris Haryanto, M.Si, mengatakan reuni tahun ini memang dirancang agar memiliki manfaat yang lebih luas daripada sekadar temu kangen.

"Memasuki usia sekitar 55 tahun, kesehatan menjadi modal utama untuk menikmati masa pensiun. Karena itu, kami ingin reuni ini tidak berhenti pada temu kangen, tetapi juga menjadi momentum saling mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas hidup," ujarnya.

Usai pemeriksaan kesehatan, suasana berubah hangat. Permainan-permainan sederhana kembali membangkitkan semangat remaja yang pernah mereka rasakan di bangku sekolah. Gelak tawa pecah saat peserta mengikuti berbagai permainan kebersamaan, dilanjutkan dengan kado silang yang penuh kejutan dan pembagian doorprize yang membuat suasana semakin akrab.

Di tengah rangkaian acara, perhatian peserta tertuju kepada Ibnu Rahmat Sumengkar yang mengisahkan sejarah lahirnya nama "Delayota". Cerita sederhana itu membawa para alumni kembali pada masa ketika identitas tersebut mulai tumbuh menjadi simbol kebanggaan. Sebuah nama yang terus bertahan, bahkan setelah hampir empat dekade para pemiliknya menjalani kehidupan di jalan masing-masing.

Ketua Alumni Delayota Angkatan 1989, Banowo Setyo Samodra, mengingatkan bahwa memasuki usia pensiun, persahabatan memiliki makna yang semakin penting. Menurutnya, jejaring sosial yang terpelihara mampu menjadi ruang saling menguatkan, menjaga kesehatan mental, sekaligus menghadirkan kebahagiaan dalam menjalani fase kehidupan berikutnya.

Reuni itu juga menjadi ruang untuk membaca kembali perjalanan hidup yang telah ditempuh. Di antara mereka kini ada guru, dosen, dokter, akademisi, birokrat, pengusaha, profesional, petani, hingga ibu rumah tangga. Masing-masing membawa kisah tentang keberhasilan, kegagalan, perjuangan, dan pilihan hidup yang berbeda. Beberapa nama bahkan hanya dapat disebut dalam doa karena telah lebih dahulu berpulang.

Menjelang sore, perbincangan kecil masih berlangsung di berbagai sudut villa. Ada yang saling bertukar cerita tentang cucu, ada yang berbagi pengalaman menjaga kesehatan, ada pula yang sekadar menikmati kebersamaan sambil memandang siluet Merapi di kejauhan. Di antara tawa yang terus mengalir, tak seorang pun mampu menghentikan waktu. Namun hari itu mereka membuktikan bahwa persahabatan dapat terus bertumbuh, menemani langkah menuju masa pensiun dengan hati yang lebih sehat, lebih tenang, dan penuh rasa syukur. (Tor)

 

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar