TERAS

Warga Pleret Tonton Layar Tancap Kisah Mataram Islam

  • Administrator
  • Minggu, 30 Juni 2024
  • menit membaca
  • 92x baca
Warga Pleret Tonton Layar Tancap Kisah Mataram Islam

Warga Pleret Tonton Layar Tancap  Kisah Mataram Islam

Bantul, jogja-ngangkring.com - Festival Purbakala 2024, Heritage Festival - Purba Mileniakala "Membaca Masa Lalu - Melakoni Masa Kini - Menata Masa Depan", menghadirkan beragam acara untuk merayakan dan menghidupkan kembali warisan budaya Indonesia, khususnya dari zaman purbakala. Salah satu acara utamanya adalah pemutaran film layar tancep di Gerbang Pleret pada Sabtu, 29 Juni 2024, yang dimulai pukul 19.00 WIB. Acara ini gratis dan terbuka untuk umum, juga bertujuan untuk memperkenalkan kembali hiburan tradisional ini kepada masyarakat dan pecinta budaya.

Pemangku Kebudayaan sekaligus Panitia HUT Purbakala ke - 111, Sigit Sugito, menjelaskan bahwa layar tancep adalah  sebuah hiburan tradisional yang populer di Indonesia pada abad ke-20, menggunakan proyektor untuk menayangkan film di lapangan terbuka, terutama pada malam hari. Tradisi ini awalnya hanya populer di kota-kota besar, namun kemudian menyebar ke desa-desa, menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat pedesaan. Dijelaskannya, pada puncak kejayaannya, layar tancep sering diadakan bersamaan dengan perayaan besar seperti hari kemerdekaan atau syukuran pernikahan, serta sebagai media untuk menyampaikan informasi melalui film-film dokumenter sebelum film utama.

Pada Festival Purbakala 2024, fokusnya adalah situs Plered, yang dahulu menjadi pusat kekuasaan Kesultanan Mataram dari tahun 1646 hingga 1680 M. Ada yang ironis, Plered menjadi saksi tragedi sejarah yang menyedihkan, termasuk pembantaian besar-besaran terhadap santri, ulama, dan pengikutnya atas perintah Amangkurat I. Peristiwa ini mencerminkan masa yang sulit di bawah pemerintahan tersebut, berbeda dengan masa kejayaan Mataram pada era Sultan Agung sebelumnya.

Di tengah tantangan modernisasi, tradisi layar tancep tetap dijaga di beberapa daerah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya. Gerbang Pleret, yang dibangun sebagai pusat kegiatan budaya dan pariwisata, menjadi tempat penting untuk memperkenalkan dan melestarikan tradisi ini. Diharapkan bahwa upaya ini tidak hanya memajukan kebudayaan lokal tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat sekitar.

Pemutaran film layar tancep di Gerbang Pleret dalam Festival Purbakala 2024 adalah langkah untuk mengenang nilai-nilai historis dan sosial dari hiburan tradisional ini. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, tradisi layar tancep diharapkan dapat terus memberikan kontribusi yang berarti bagi pengembangan budaya dan pariwisata Indonesia. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar