TERAS

Balon Pilwalkot Adu Gagasan dalam Forum Rasan-rasan Jogja

  • Administrator
  • Selasa, 23 Juli 2024
  • menit membaca
  • 108x baca
Balon Pilwalkot Adu Gagasan dalam Forum Rasan-rasan Jogja

Balon Pilwalkot Jogja Adu Gagasan dalam Forum Rasan-rasan Jogja

Yogyakarta - Sektor pariwisata kebudayaan di Yogyakarta mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak warga terlibat dalam industri kreatif, seperti kerajinan tangan, kuliner khas, dan pertunjukan seni. Usaha-usaha ini tidak hanya meningkatkan perekonomian lokal tetapi juga memberikan peluang penghasilan bagi penduduk yang sebelumnya menganggur.
Demikian gagasan Ariyanto SE MMPar dalam pelaksanaan literasi politik bertajuk Rasan Rasan Jogja Menuju Pilkada Yang berkualitas dan inklusif, Senin (22/7/24) di Pendopo Resto Raos Jogja Jl. Parangtritis Brontokusuman Mergangsan Yogyakarta. 

Anak-anak muda yang berhimpun dalam Nyala Literasi Indonesia (NyaLi) berkolaborasi dengan Forum Politisi Muda Indonesia (FPMI) DIY mengumpulkan nama-nama bursa pencalonan pemimpin Kota Yogyakarta, Senin (22/7/2024) dalam acara bertajuk Rasan-Rasan Jogja. Mereka ingin mendengar langsung buah pikiran tentang gambaran-gambaran yang kemungkinan akan menjadi pengambil kebijakan tertinggi di Kota.
Dalam kesempatan ini hadir bakal calon (Balon) Walikota dan wakil walikota: Afnan Hadikusuma, Ariyanto, R. Krisma Eka Putra, Heroe Poerwadi, Sri Widya Supeno, Noor Harsya Aryo Samodro (Ketua KPU Kota Yogyakarta). Turut hadir dalam acara itu adalah Titok Hariyanto (Ketua Atmawidya Alterasi Indonesia) dan Ketua KPU Kota Yogyakarta Noor Harsya Aryosamodro. 

​​​​​​Lebih lanjut Ariyanto menjelaskan, keterkaitan antara pariwisata kebudayaan, pendidikan, dan pengentasan pengangguran di Yogyakarta menunjukkan bahwa sinergi antara sektor-sektor tersebut dapat menghasilkan manfaat yang besar bagi perkembangan sosial dan ekonomi. Melalui upaya bersama ini, Yogyakarta terus bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya kaya akan budaya dan ilmu pengetahuan, tetapi juga menyediakan kesempatan yang lebih baik bagi warganya untuk meraih masa depan yang lebih cerah.

Afnan Hadikusuma mengungkap, permasalahan di Kota Yogyakarta memang meliputi banyak hal.
“Tapi kami pelayan masyarakat bukan kepala daerah, yang penting gagasan hanya 10 persen yang 90 aspirasi masyarakat. Sehingga kita harus bergerak membuat program bersama dengan masyarakat,” tandasnya.

Sementara Heroe Poerwadi mengatakan Kota Yogyakarta ini untuk semua. Ia menginginkan siapa pun yang datang menjadi sumber untuk kesejahteraan masyarakat Kota. "Jangan sampai masyarakat tidak bisa mendapat kue yang begitu besar. Sehingga penguatan untuk warga Kota Yogya sangat penting, perlunya kebijakan afirmasi seperti pemberdayaan perempuan, difabel, anak dan sebagainya," kata Heroe Poerwadi. 

Acara diakhiri dengan Deklarasi Bersama Pilkada 2024 Damai Bersih dan Berintegritas dengan anti polarisasi politik dan politik identitas, anti politik uang dan kampanye hitam, mengedepankan literasi digital untuk melawan hoax. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar