SENI BUDAYA

Donasi Tiket Mengalir, Publik Antusias Sambut Gelaran MORSA

  • Administrator
  • Senin, 22 Juni 2026
  • menit membaca
  • 29x baca
Donasi Tiket Mengalir, Publik Antusias Sambut Gelaran MORSA

Donasi Tiket Mengalir, Publik Antusias Sambut Gelaran MORSA

YOGYAKARTA, jogja-ngangkring.com — Dukungan masyarakat terhadap Gelar Seni Budaya Indonesia MORSA (Musik Tradisional, Orkestra dan Sastra) terus menguat menjelang pementasannya di Purawisata Yogyakarta, Selasa, 23 Juni 2026. Selain mendapat sambutan dari kalangan pencinta teater, penggemar musik reggae, penikmat orkestra, dan komunitas sastra, pertunjukan ini juga memperoleh dukungan melalui donasi tiket dari sejumlah tokoh dan pelaku usaha.

Sebanyak 100 tiket didonasikan oleh Dr. (H.C.) Jon Firman Pandu, SH., Bupati Kabupaten Solok, untuk Ikatan Masyarakat Minang Yogyakarta. Dukungan serupa datang dari M. Anton Bagus Asmara, COO PT Sambu Group, yang menyediakan 100 tiket bagi mahasiswa asal Sumatera Selatan. Sementara itu, Mr. Keith B.I., pemilik PT MARS Singapura, turut mendonasikan 10 tiket yang diperuntukkan bagi penyandang tuna netra agar dapat menikmati perhelatan seni budaya tersebut.

Penanggung jawab promosi dan marketing MORSA, Aswarun Barera, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menunjukkan kepedulian terhadap penyelenggaraan acara tersebut.

"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur yang telah berbagi dan memberikan dukungan. Kepedulian seperti ini sangat berarti karena membuka kesempatan lebih luas bagi berbagai kalangan untuk hadir dan menikmati pertunjukan seni budaya," ujar Aswarun Barera.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap MORSA juga cukup menggembirakan. Tiket pertunjukan tidak hanya tersalurkan melalui program donasi, tetapi juga telah dibeli oleh berbagai kalangan yang memiliki perhatian terhadap perkembangan seni dan budaya.

MORSA sendiri merupakan sebuah panggung kolaborasi yang mempertemukan musik tradisional, orkestra, dan sastra dalam satu ruang pertunjukan. Sedikitnya 22 seniman dari berbagai daerah akan tampil membawakan beragam sajian, mulai dari pembacaan puisi, teater, monolog, musik tradisional, selawat reggae, penampilan seniman tuna netra, hingga orkestra dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Bagi para penyelenggara, MORSA bukan sekadar sebuah pertunjukan, melainkan ikhtiar untuk memperkuat ekosistem seni pertunjukan dan sastra di Indonesia. Sebab, kehidupan seni membutuhkan ruang apresiasi yang sehat, ruang perjumpaan antara karya dan publik, sekaligus ruang yang memungkinkan para pelaku seni terus berkarya.

Keistimewaan lain dari gelaran ini adalah peluncuran buku kumpulan puisi karya H. Joko Pranoto berjudul Yang Kutitipkan kepada Langit dan Negeri Retak. Setiap pembelian tiket juga telah termasuk buku puisi tersebut, sehingga penonton tidak hanya menikmati pertunjukan, tetapi juga membawa pulang karya sastra sebagai bagian dari pengalaman budaya yang utuh. Informasi dan tiketing MORSA, narahubung: wa.me//628895655007. (tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar