Kegagalan Sesungguhnya adalah Usaha yang Tidak Pernah Dijalankan
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - "Usaha yang baik adalah usaha yang dijalankan. Kegagalan yang sesungguhnya adalah yang tidak pernah dicoba. Contohnya, jika saya tidak mencoba membuat bakpia, saya pasti gagal memiliki usaha bakpia. Sesederhana itu," ujar Arya Ariyanto SE, MM.Par., pemilik Bakpia Jogkem. Memulai bisnis telah menjadi jalan hidupnya. Pria kelahiran Ngraho, Bojonegoro, tahun 1975 ini kini sukses mengelola bisnis oleh-oleh di Yogyakarta. Saat ini, Jogkem Grup memiliki empat outlet bakpia, dua restoran, dan satu minimarket. Selain itu, ada juga Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan (LP2K) Perhotelan Sun Marino Indonesia, yang mendidik anak muda untuk bekerja di hotel atau menjadi kru kapal pesiar.
Bakat bisnis Arya tidak jauh dari apa yang dijalankan ibunya sejak ia masih kecil. Arya mengenang bahwa setelah bapaknya meninggal, ibunya mampu menghidupi dan menyekolahkan anak-anaknya dari usaha kuliner pecel lele. Ibu Arya berharap anak-anaknya menjadi pegawai atau PNS (Pegawai Negeri Sipil). Namun, Arya memiliki cita-cita lain, yaitu memiliki usaha sendiri. Arya yakin, setinggi-tingginya jabatan seorang pegawai, tetap saja itu milik orang lain, berbeda dengan usaha yang dimiliki sendiri.
Setelah lulus dari Poltek Akademi Pariwisata Indonesia, Arya mengajar di beberapa tempat, termasuk di SMK Pariwisata dan almamaternya. Karena keinginannya untuk keliling dunia dan memperluas wawasan, beberapa tahun kemudian Arya bekerja di kapal pesiar. Selama meniti karier di kapal pesiar, gaji yang diterimanya cukup besar. Namun, karena tidak ingin jauh dari keluarga, Arya memutuskan untuk tidak kembali berlayar dan bekerja di salah satu pusat oleh-oleh.
Setelah tiga tahun bekerja, Arya merasa cukup memiliki pengetahuan tentang produksi bakpia dan pusat oleh-oleh. Bersama temannya, Arya membuka usaha sendiri, yang menjadi cikal bakal Bakpia Jogkem dan Jogkem Grup.
Bakpia Jogkem memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari bakpia lainnya. Menurut Arya Ariyanto, suami dari Utami Widiaputranti dan ayah lima anak, keunikan Bakpia Jogkem terletak pada kelembutan isi, balutan kulit yang tipis dan tidak mudah rontok, serta penggunaan kacang hijau yang sudah dikelupas. Proses pembuatannya melibatkan beberapa tahap, mulai dari direbus, ditiriskan, dikukus dengan api, digiling tanpa api, di-mixer dengan api, dan akhirnya di-oven untuk mematangkan kulitnya.
Bakpia Jogkem juga memiliki berbagai varian rasa yang mengikuti perkembangan zaman. Selain rasa original kacang hijau, ada juga varian kumbu hitam, coklat, keju, cappuccino, green tea, tiramisu, susu, hingga rasa buah-buahan. Arya menyebutkan bahwa resep bakpia yang dimodifikasi dengan rasa yang tidak terlalu manis membuat produknya digemari oleh banyak kalangan. Bakpia Jogkem memiliki empat outlet di jalan Ireda, Gedongkuning, Alkid, dan Mangkuyudan. Selain dijual di toko-toko, Bakpia Jogkem juga dipasarkan di beberapa marketplace. Karena tidak tahan lama, pengiriman dilakukan dengan paket cepat agar produk sampai ke pembeli dalam kondisi terbaik. Setiap outlet Bakpia Jogkem juga menyediakan open kitchen sehingga pelanggan bisa melihat langsung proses pembuatannya.
Dalam menjalankan bisnis, Arya menekankan pentingnya tiga unsur: modal, tempat, dan kemampuan manajemen. Berdasarkan pengalamannya yang pernah gagal dalam beberapa usaha, Arya kini lebih berhati-hati. Menurutnya, kemitraan harus bersifat mutual dengan kesepakatan untuk berbagi pekerjaan, hasil, dan transparansi.
Arya percaya bahwa usaha harus multifrekuensi, tidak hanya terfokus pada satu bidang. Jika satu bidang terkena dampak, bidang lain masih bisa menopang. Misalnya, selama pandemi, usaha kuliner mungkin sepi, tetapi bidang lain seperti pendidikan, teknologi, dan pertambangan masih bisa berjalan.
Kunci sukses Arya adalah prinsip ATM: Amati, Tiru, dan Modifikasi. Arya juga menekankan pentingnya menghindari permusuhan dalam kemitraan. Ia mengakui bahwa kegagalan adalah bagian dari risiko bisnis dan pernah mengalaminya sendiri. Tantangan dalam bisnis bisa menghadirkan kebanggaan jika berhasil, tetapi juga malu jika gagal. Namun, yang paling penting adalah berbagi keberhasilan dan tetap menjadi orang baik. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar