SENI BUDAYA

"Ibu dan Anak" Simfoni Kasih Sayang dalam Keheningan

  • Administrator
  • Jumat, 19 Juni 2026
  • menit membaca
  • 15x baca

"Ibu dan Anak" Simfoni Kasih Sayang dalam Keheningan

YOGYAKARTA, jogja-ngangkring.com — Sebuah karya patung resin berjudul Ibu dan Anak karya Tri Suharyanto menghadirkan suasana hening yang mengundang perenungan di tengah pameran seni rupa Keindahan Dalam Ketidaksempurnaan. Karya tersebut tidak tampil dengan bentuk yang spektakuler atau ekspresi yang berlebihan. Sebaliknya, patung ini menyampaikan pesan yang sederhana namun mendalam tentang kasih sayang sebagai sumber utama kehidupan.

Tri Suharyanto membentuk figur induk babi dan anaknya dalam satu kesatuan komposisi yang harmonis. Patung berukuran 63 x 35 x 50 sentimeter itu memperlihatkan lengkung-lengkung organik yang lembut sehingga menghadirkan kesan hangat dan menenangkan. Bentuk tubuh yang saling mendekat menciptakan ruang simbolik yang menggambarkan rasa aman, perlindungan, dan kedekatan emosional.

Kesederhanaan visual menjadi kekuatan utama karya ini. Dari kejauhan, patung tersebut tampak sebagai representasi hubungan seekor induk dengan anaknya. Namun saat diamati lebih saksama, muncul makna yang lebih luas mengenai ikatan kasih yang melampaui batas spesies, budaya, maupun zaman.

Babi sebagai simbol yang sarat makna. Dalam berbagai kebudayaan, hewan tersebut kerap diasosiasikan dengan kesuburan, keberlangsungan hidup, dan kemampuan bertahan dalam berbagai kondisi. Melalui simbol itu, seniman mengajak penonton merefleksikan proses regenerasi yang terus berlangsung dalam kehidupan. Sosok induk yang menunduk ke arah anaknya memancarkan kekuatan yang lahir dari kelembutan. Gestur tersebut menghadirkan gambaran tentang cinta yang melindungi tanpa harus menunjukkan dominasi. Kehadiran sang anak di sisi induknya menjadi representasi harapan, pertumbuhan, dan masa depan yang terus berkembang.

Komposisi dibangun dengan keseimbangan yang terjaga. Tidak ada bagian yang berusaha menjadi pusat perhatian secara berlebihan. Seluruh elemen berpadu membentuk alur visual yang mengingatkan pada siklus kehidupan, mulai dari kelahiran, pertumbuhan, perlindungan, hingga lahirnya generasi baru. 

Karya ini menyampaikan pesan yang relevan dengan kehidupan masa kini. Di tengah ritme zaman yang bergerak cepat, manusia sering kali lebih menghargai pencapaian material dan kemajuan teknologi. Padahal, kehidupan sesungguhnya bertumbuh melalui perhatian, pengorbanan, kepedulian, serta cinta kasih yang diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Melalui Ibu dan Anak, Tri Suharyanto menghadirkan refleksi mengenai pentingnya relasi yang tulus sebagai fondasi kehidupan. Karya tersebut mengingatkan bahwa masa depan tidak hanya dibangun oleh kekuatan dan pengetahuan, tetapi juga oleh tangan-tangan yang merawat, menjaga, dan mencintai.

Patung ini menjadi salah satu karya yang dipamerkan dalam Grand Opening Ary's Wabi Sabi Co & Cafe melalui pameran seni rupa "Keindahan dalam Ketidaksempurnaan" yang berlangsung di Ary's Garden Hotel Yogyakarta, Jalan Suryodiningratan Nomor 29, Mantrijeron, Yogyakarta. Pameran tersebut dapat dikunjungi hingga 15 Agustus 2026.

Di antara beragam karya yang memenuhi ruang pamer, Ibu dan Anak hadir sebagai ruang jeda yang menenangkan. Karya ini tidak memaksa penonton untuk terpukau, melainkan mengajak mereka merenungkan kembali nilai-nilai mendasar yang sering luput dari perhatian: kasih sayang, kepedulian, dan cinta yang menjaga kehidupan tetap bertumbuh. (Tor)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar