TERAS

Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal Bernilai Ekonomis

  • Administrator
  • Jumat, 15 Mei 2026
  • menit membaca
  • 17x baca
Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal Bernilai Ekonomis

Olah Buah Maja Berenuk Jadi Produk Herbal Bernilai Ekonomis

Sleman, jogja-ngangkring.com (15/5/26) - Dulu warga Dusun Krajan tak pernah melirik buah maja berenuk karena rasanya pahit dan ketika matang aromanya sangat menyengat. Buah yang setiap hari jatuh dibiarkan membusuk hingga dimakan belatung. Kini buah yang memiliki nama latin Crescentia cujete L ini bernilai ekonomis.

Berawal adanya pendampingan dari Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), buah maja berenuk saat menjadi produk herbal berupa teh maja dan sirup maja. Mengambil tema “Pendampingan Masyarakat dalam Mengolah Buah Maja Berenuk (Crescentia cujete L.) Menjadi Produk Herbal yang Bermanfaat di Dusun Krajan, Wedomartani, Ngemplak, Sleman, DIY”, kegiatan ini menggunakan Hibah Penugasan Guru Besar Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Buah maja berenuk mengandung alkaloid, flavonoid, dan tanin yang berfungsi sebagai antioksidan dan antibakteri.

Ketua Tim PkM Prof. Dr. Isana Supiah Yosephine Louise menerangkan bahwa buah maja berenuk memiliki kandungan senyawa bioaktif sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk herbal kesehatan. Namun selama ini masyarakat masih memandang buah tersebut sebagai limbah karena rasa pahit dan aroma menyengat ketika matang. “Buah maja berenuk sebenarnya memiliki potensi luar biasa. Melalui pendampingan ini kami ingin mengubah cara pandang masyarakat bahwa tanaman lokal yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk herbal yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ujar Prof. Isana, Jumat (15/5/26) sebagaimana dirilis humas UNY.

Selain fokus pada proses pengolahan produk, kegiatan ini juga memberikan edukasi pengemasan hingga pengurusan izin P-IRT dan BPOM. Hal ini agar masyarakat memiliki bekal untuk mengembangkan usaha secara mandiri. Dalam kegiatan tersebut, peserta yang terdiri dari ibu-ibu dan pemuda Dusun Krajan mendapatkan materi mengenai kandungan dan manfaat buah maja berenuk, proses pembuatan teh herbal dan sirup, teknik pengemasan produk, hingga praktik langsung pengolahan buah.

Antusiasme peserta terlihat tinggi selama kegiatan berlangsung. Selain mendukung kesehatan masyarakat melalui produk herbal alami, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka peluang usaha rumah tangga baru di lingkungan masyarakat.

Tim PkM dipimpin oleh Prof. Dr. Isana Supiah Yosephine Louise bersama Cornelia Budimarwanti, M.Si., Dr. Bernadetta Octavia, Dr. Suwardi serta Felix Arie Setiawan, Ph.D dari Universitas Jember. Kegiatan ini juga melibatkan lima mahasiswa, yakni Abdul Aziz Khoirudin, Nasheka Amalia Putri, I’anatul Mustafidah, Milda Rahma Putri, dan Bagus Budi Priyono. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar