TERAS

SMPN 1 Wonosobo Perluas Edukasi Kependudukan ke Sekolah Dasar

  • Administrator
  • Rabu, 15 April 2026
  • menit membaca
  • 24x baca
SMPN 1 Wonosobo Perluas Edukasi Kependudukan ke Sekolah Dasar

SMPN 1 Wonosobo Perluas Edukasi Kependudukan ke Sekolah Dasar

WONOSOBO, jogja-ngangkring.com -  Upaya membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berwawasan kependudukan terus digencarkan SMP Negeri 1 Wonosobo. Kali ini, melalui program Sekolah Siaga Kependudukan (SSK), sekolah tersebut menyasar siswa sekolah dasar dengan menggelar sosialisasi di 10 SD negeri dan swasta di Kecamatan Wonosobo, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan ini melibatkan siswa dan guru yang turun langsung ke sekolah-sekolah sasaran, yakni SDN 1, SDN 2, SDN 5, SDN 8, SDN 10 Wonosobo, SDN Kramatan, SDN Pagerkukuh, SD Muhammadiyah Sudagaran, SD Kristen, serta SD Al Madina. Sosialisasi ini menjadi bagian dari strategi memperluas pemahaman tentang isu kependudukan sejak usia dini.

Kepala SMP Negeri 1 Wonosobo, Kuwat, SPd, menjelaskan bahwa program SSK tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman, tetapi juga mendorong sekolah lain untuk ikut mengimplementasikan program serupa. Selain itu, pihaknya turut membagikan praktik baik yang telah dijalankan di sekolahnya. Menurutnya, SSK merupakan program yang diinisiasi oleh BKKBN melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Wonosobo. Program ini menjadikan sekolah sebagai pusat edukasi terkait kependudukan, keluarga berencana, serta pembangunan keluarga.

“Melalui SSK, kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini tentang berbagai isu penting seperti ledakan penduduk, pencegahan pernikahan usia dini, penanganan stunting, hingga pemanfaatan bonus demografi,” jelas Kuwat.

Implementasi program SSK di SMP Negeri 1 Wonosobo dilakukan secara terintegrasi dalam berbagai aspek pembelajaran. Materi kependudukan disisipkan dalam sejumlah mata pelajaran seperti IPS, Biologi, PPKn, hingga Bimbingan Konseling tanpa menjadi mata pelajaran tersendiri.

Selain itu, program ini juga didukung melalui kegiatan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) yang berfungsi sebagai ruang edukasi sekaligus tempat berbagi bagi siswa terkait kesehatan reproduksi. Fokusnya adalah pencegahan tiga risiko utama remaja, yaitu pernikahan dini, perilaku seks bebas, dan penyalahgunaan NAPZA.

Tidak hanya di ruang kelas, edukasi kependudukan juga dihadirkan melalui pojok literasi di perpustakaan sekolah yang berisi berbagai bahan bacaan, data, hingga media kampanye. Kegiatan lain seperti Saka Kencana dalam Pramuka turut memperkuat penyebaran informasi program Generasi Berencana (Genre).

Pada kegiatan ko-kurikuler, pembiasaan hidup sehat juga menjadi bagian penting, seperti disiplin bangun pagi, konsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, dan menjaga waktu istirahat. Sementara itu, pada kegiatan ekstrakurikuler, nilai-nilai SSK diintegrasikan melalui aktivitas Palang Merah Remaja (PMR), Pramuka, hingga jurnalistik.

Dengan pendekatan yang menyeluruh tersebut, SMP Negeri 1 Wonosobo berharap program SSK tidak hanya berhenti sebagai kegiatan sosialisasi, tetapi benar-benar menjadi fondasi bagi terbentuknya generasi muda yang sadar akan perencanaan masa depan.

“Harapannya, bekal ini bisa menjadi dasar bagi anak-anak dalam mengambil keputusan hidup yang lebih bijak, sekaligus berkontribusi pada pembangunan masyarakat yang lebih berkualitas,” pungkas Kuwat. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar