Penasihat Kadin DIY Dukung Arya Ariyanto Ikut Ramaikan Pilwalkot
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Ketua Penasihat Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DIY, M. Tazbir Abdullah SH MHum., mendukung Arya Ariyanto SE MMPar. menjadi bakal calon dalam perhelatan pemilihan kepala daerah pada bulan November 2024 mendatang. Menurut dia, Arya Ariyanto adalah orang muda yang sukses menggerakkan ekonomi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan pariwisata di Kota Yogyakarta.
“Arya adalah sosok muda yang sukses menggerakkan perekonomian UMKM dan pariwisata Jogja. Dia memahami bagaimana pariwisata bekerja sehingga dengan bisnis wisata sebagai basic di Jogja ini sudah nyambung,” ujar Tazbir Abdullah dalam perbincangan dengan Tim Arya Ariyanto.
Sebagai pelaku pariwisata di Kota Yogyakarta selama lebih dari sepuluh tahun, Arya Ariyanto akan mudah menggerakkan pariwisata dan ekonomi lokal yang menjadi basic pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Beliau ini berhasil menggerakkan ekonomi lokal di banyak tempat. Menggerakkan ekonomi yang berkaitan dengan penjualan produk lokal digabungkan dengan paket wisata. Ini sangat nyambung dengan Kota Yogyakarta."
Ekonomi UMKM yang Arya gerakkan melalui Pusat Oleh Oleh Jogkem Grup adalah penampungan produk lokal yang mencapai 100%. Dengan banyaknya produk lokal dia jalankan, maka bisa dihitung berapa banyak kesempatan kerja terbuka serta berapa jenis produk yang ada di situ.
“Berapa banyak keterlibatan manusia dalam memproses produk lokal hingga pemasarannya. Ini berarti menggerakkan ekonomi pariwisata secara riil. Tidak harus dengan investasi besar, seperti membangun hotel atau tempat rekreasi kekinian. Dengan investasi tidak besar, bisa ia jalankan. Dan tidak banyak orang seperti beliau ini.”
Lebih lanjut Tazbir Abdullah mengatakan bahwa kalau nantinya Arya mendapat kepercayaan, yang paling penting adalah kegiatan yang sudah berjalan dengan baik ini dikombinasikan dengan managerial yang tertata. Managerial itu sesuatu yang berkaitan dengan keseluruhan aspek yang ada di kota Yogyakarta, baik itu pemerintahan daerah, pihak swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Semua harus bersinergi. Saling berbagi tugas sesuai peran masing-masing dengan pengawasan dan kontrol yang melekat kuat sehingga terlaksana secara maksimal.
Sosok pemimpin yang dibutuhkan masyarakat menurut Tazbir, adalah pemimpin yang berkarya nyata. Tri Risma Harini misalnya, beliau terjun langsung membersihan fasilitas umum dan melakukan penataan taman di wilayah kerjanya, Surabaya. Tindakan itu mendatangkan apresiasi positif tidak hanya dari warga Surabaya tapi juga dari media nasional.
“Sekali lagi masyarakat itu ya hanya melihat yang dikerja pemimpinnya (Walikota). Bukan mendengarkan apa yang didiskusikan Walikota dengan DPRD. Masyarakat hanya tau, wah sekarang nyaman yo, saiki bersih ya. Sekarang di kalurahan cepat urus ini itu.”
Sementara pada bagian lain Tzbir Abdullah menyoroti masalah pengelolaan pariwisata di Kota Yogyakarta. Ia mengatakan beberapa persoalan yang harus dibenahi, misalnya masalah parkir liar. Terbatasnya lahan, memunculkan banyaknya titik parkir liar di berbagai bahu jalan maupun di jalan-jalan protokol. Titik parkir liar itu peruntukannya tidak hanya bagi bus wisata, mobil, dan motor namun juga dimanfaatkan oleh andong dan becak.
Terkait perkembangan pariwisata Yogyakarta, Tazbir Abdullah melihat adanya fenomena yang menggembirakan yaitu memunculnya tempat-tempat yang memberi ruang kreatif bagi anak-anak millenial.
"Optimalkan Malioboro dan berbagai destinasi budaya yang telah diakui UNESCO. Tingkatkan atraksi dan variasi wisata budaya di malam hari. Kita itu mempunyai Taman Budaya, panggung di Ngasem dan sebagainya. Yang harus dilakukan adalah meningkatkan kebersihan khususnya di kawasan sumbu filosofi itu aja.”
Tazbir Abdullah juga mengeluhkan Pasar Beringharjo yang sangat jorok sehingga harus ada pembenahan massif untuk kenyamanan wisatawan. Pasar Beringharjo itu harus dimaksimalkan agar benar-benar menggerakkan ekonomi masyarakat. Untuk itu, kebersihan, pengelolaannya harus beres dan fasiltas umumnya harus di perbaiki.
“Kita bikin dengan konsep halal. Apa itu? Halal itu bersih, halal itu higienis, halal itu harga wajar. Jadi kalau beli ditempat halal nggak perlu menawar. Pasar Beringharjo itu bagian dari sumbu filosofis, harusnya tidak ada komplain dari pengunjung terkait kebersihan dan kenyamanan .”
Pemerintah kota tidak bisa memungkiri bahwa hidupnya itu dari sektor jasa, terutama pariwisata. Oleh karena itu, service nomor satu.
“Kota Yogyakarta itu nggak mempunyai pabrik atau lahan pertanian. Yang dimiliki aset fisik dan produk UMKM. Maka pariwisata harus digenjot betul pelayanannya. Pendapatan dari hotel restoran biar maksimal.”
Menanggapi dukungan tersebut, Arya Ariyanto mengucapkan terima kasih. Ikut tampilnya dalam bursa balon Pilwalkot Yogyakarta, katanya, semata-mata ingin mewujudkan Yogyakarta sebagai kota pariwisata yang menumbuhkan ekonomi menuju kesejahteraan masyarakat.
“Pariwisata berkembang, UMKM tumbuh, produk local berkembang, pendapatan masyarakat bertambah. Akhirnya kesejahteraah terwujud," kata Arya. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar