Disnaker Pati Berharap Sun Marino Indonesia Bantu Entaskan Pengangguran
Pati, jogja-ngangkring.com - Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati, Bambang Agus Yulianto, berharap Sun Marino Indonesia dapat membantu mengurangi pengangguran di Kabupaten Pati. Saat ini, tingkat pengangguran di Kabupaten Pati pada tahun 2024 masih 4,29%, turun 0,16% dari tahun sebelumnya, atau sekitar 32.000 orang. Beberapa di antaranya adalah setengah menganggur atau masih mencari pekerjaan. Bambang berharap kehadiran Sun Marino Indonesia dapat mengurangi angka pengangguran terbuka.
Dalam sambutannya pada acara Pembekalan Awal Pelatihan Tenaga Kerja Hospitality Industry untuk Ibu Kota Nasional (IKN) di Aula Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati pada Jumat siang (14/6/24), Bambang menyatakan harapannya bahwa pelatihan ini akan membantu mengurangi pengangguran di daerah tersebut. Sebanyak 30 calon tenaga kerja dari Kabupaten Pati akan mengikuti pelatihan keterampilan hospitality di Kampus Lembaga Pendidikan dan
Pelatihan Kerja (LP2K) Sun Marino Indonesia di Yogyakarta mulai 8 Juli 2024. Pelatihan gelombang pertama ini berlangsung selama tiga bulan.
Total kebutuhan tenaga kerja hospitality untuk perhotelan di IKN adalah 600 orang, dengan jatah 150 orang untuk Provinsi Jawa Tengah. Selain Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Pati, acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur LP2K Sun Marino Indonesia, Arya Ariyanto SE MMPar.
Bambang berharap para siswa yang akan ditempatkan di IKN untuk mengisi posisi di bidang hospitality industry bersungguh-sungguh mengikuti pembekalan di Yogyakarta. "Niatkan hati anda dengan baik bekerja sungguh-sungguh, mencari penghasilan, pendapatan, dan pengetahuan dalam rangka meniti karier di dunia kerja," pesan Bambang kepada para siswa.
Direktur Sun Marino Indonesia, Arya Ariyanto, menyatakan bahwa lembaga yang berkantor di Yogyakarta ini siap meng-upgrade keterampilan hospitality bagi siswa-siswi dari Kabupaten Pati dan sekitarnya yang akan dikirim ke hotel-hotel di wilayah IKN. "Pembekalan hospitality memang bidang garapan Sun Marino Indonesia. Sejak tahun 2010, kami sudah berhasil mendidik, melatih, dan mengantarkan anak-anak bekerja di perhotelan, baik dalam negeri, luar negeri, maupun kapal pesiar," ujar Arya.
Arya juga menyatakan kesiapannya untuk membantu mengentaskan pengangguran di Kabupaten Pati. "Insya Allah, kami siap mengentaskan pengangguran yang jumlahnya 32.000 ini. Peluang kerja di hotel dalam negeri, luar negeri, dan kapal pesiar setiap tahunnya sangat banyak. Hotel-hotel di luar negeri seperti Timur Tengah, Arab Saudi, dan Kuwait juga sangat banyak. Kami didik, latih, sekaligus salurkan ke tempat kerja."
Sebagai penutup, Arya menjelaskan bahwa data peluang kerja perhotelan di Indonesia untuk tahun 2024 mencapai 8 juta, sementara peluang kerja di kapal pesiar mencapai 700.000 untuk berbagai perusahaan internasional. Dalam hal kualitas, kru Indonesia berada di level yang sama dengan pelaut-pelaut dari negara-negara Asia dan belahan dunia lainnya dikarenakan pusat pelatihan sesuai dengan standar atau persyaratan yang ditetapkan oleh Organisasi Maritim Internasional (IMO) yang tertulis dalam Standard of Training, Certification and Watchkeeping for Seafarers (STCW) 1995. Pasar kru pelaut di dunia meningkat bagi negara-negara pemasok seperti Indonesia selama dua puluh tahun terakhir karena generasi muda di negara-negara pasar kehilangan keinginan untuk menjadi kru kapal dan lebih memilih pekerjaan di darat. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar