65 Tahun Brotoseno, Semangat Tak Luntur
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com – Meski tambah umur, semangat tak luntur. Itulah yang ditunjukkan Brotoseno dalam perayaan ulang tahunnya yang ke-65. Dengan tema “65 Tahun Tetap Berbahaya”, malam itu bukan sekadar perayaan pribadi, melainkan sebuah pernyataan bahwa keberanian dan dedikasi tak mengenal batas usia.
Bertempat di DC Café Reborn, Jalan Damai 5A, Ngaglik, Sleman, acara ini menyatukan beragam elemen: seni, musik, budaya, hingga kemanusiaan. Hadrah Tali Tasbih dan Garuda Samsara membuka malam dengan sentuhan religius yang kental, disusul alunan khas Badhui Patok Negoro Ploso Kuning. Lalu datang kejutan: Sarcastic membawakan Shalawat Asyghil dalam aransemen metal. Kombinasi yang tak biasa, tapi justru itulah esensi Brotoseno—berani melangkah ke wilayah yang belum dijelajahi.
Salah satu momen paling berkesan adalah prosesi Obor 65 Tahun Tetap Berbahaya, simbol bahwa semangat dan kreativitas tak boleh padam. Dalam kesempatan ini, Brotoseno merilis single terbarunya, Janji Merapi. Lagu yang digarap Kubroglow dan diproduseri Resita Alisyahbana ini bukan sekadar komposisi musik, tetapi cerminan perjalanan hidup: tentang keteguhan, kesetiaan, dan Gunung Merapi yang menjadi saksi.
Lalu, panggung semakin panas. Sawung Jabo hadir dengan lagu-lagu legendarisnya—Bento, Bongkar, hingga Yogyakarta. Tanpa aba-aba, para tamu larut dalam nyanyian dan sorak sorai. Di sela perayaan, suasana semakin akrab dengan sajian khas angkringan: pisang rebus, ketela, nasi hiks sambal teri, hingga kopi dan wedang jahe yang mengepul hangat.
Acara ini lebih dari sekadar ulang tahun. Ini adalah perayaan semangat seorang Brotoseno—tetap tangguh, tetap menginspirasi. Usia 65 tahun bukan akhir perjalanan, tapi bukti bahwa keberanian dan dedikasi bisa terus menyala, selama nyali tetap ada. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar