Sukses Bangun Bisnis dari Nol
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Dalam hidup, setiap langkah kecil memiliki makna besar. Tidak peduli seberapa kecil tindakan kita, jika dilakukan dengan tekad, konsistensi, dan keyakinan, hal tersebut akan membawa kita lebih dekat pada tujuan. Endah Susetyo Indriyati, S.E., M.M., mengajak kita untuk melihat hidup bukan sebagai beban, melainkan peluang untuk tumbuh, belajar, dan menginspirasi.
Indri, demikian perempuan tangguh kelahiran Banjarnegara pada 25 Oktober 1972 ini akrab dipanggil. Di awal tahun 90-an, ia memutuskan merantau ke Yogyakarta untuk mengejar pendidikan di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa hingga meraih gelar S1 dan S2. Semasa kuliah, jiwa wirausaha Endah mulai tumbuh ketika ia membantu temannya menjalankan usaha komputer, sebuah awal kecil yang menandai langkah besar di masa depan.
Setelah menikah pada 1994 dengan Muhammad Abdul Hamid dan dikaruniai tiga anak, Indri memulai usahanya dengan menjajakan dagangan kecil seperti pakaian dalam, daster, dan makanan ringan. Berbekal semangat pantang menyerah, ia menitipkan dagangannya di warung-warung kecil, meski harus berkeliling naik sepeda motor dengan hasil yang tidak selalu memuaskan.
Tahun 1996 menjadi titik balik kehidupannya. Dengan tekad kuat, ia membuka Warung Kembar di Jalan Imogiri Barat, Yogyakarta. Usaha sederhana itu berkembang pesat hingga pada 2018, ia berhasil membuka Toko Kembar Dua di Jalan Tritunggal. Tidak berhenti di bisnis ritel, Indri merambah usaha distribusi. Pada 2015, ia menjadi distributor air mineral di Bantul dan bahkan sempat memproduksi merek air mineral Kayana. Meskipun produksi harus terhenti sementara, jaringan distribusinya tetap kokoh. Langkah bisnisnya semakin gemilang ketika ia dipercaya menjadi distributor produk Sari Roti. Berkat dedikasi dan kerja keras, Indri berhasil meraih Distributor Platinum, sebuah penghargaan prestisius untuk 25 distributor terbaik di Indonesia. Tahun 2018 menjadi puncak keberhasilannya ketika ia dinobatkan sebagai distributor terbaik nasional.
Namun, di balik kesuksesan itu, Indri pernah menghadapi cobaan berat. Ia sempat terjerat utang kartu kredit hingga 20 kartu dengan total mencapai Rp800 juta. Pengalaman pahit ini menjadi titik balik yang mengubah pandangannya terhadap kehidupan dan bisnis. Menyadari bahaya riba, Indri memutuskan untuk menata kembali hidupnya, meninggalkan utang berbunga tinggi, dan memulai lembaran baru dengan penuh keikhlasan. Kini, ia aktif mengampanyekan gerakan anti-riba dan membantu banyak orang terbebas dari jeratan utang.
"Setiap kesulitan pasti ada jalan keluar. Hanya kepada Allah kita bergantung."
Perjalanan hidup penuh liku ini tidak hanya membentuk ketangguhan mental Indri, tetapi juga semakin mendekatkannya pada Sang Pencipta. Prinsip hidupnya sederhana namun kuat, seperti konsistensi dalam ibadah, ketahanan mental, dan kebijaksanaan dalam mengelola keuangan, menjadi fondasi kokoh yang menopang kesuksesannya.
Seiring dengan berkembangnya bisnis, Indri mendirikan Asmini Badroni Foundation, sebuah yayasan yang fokus pada pendidikan Al-Qur’an, ekonomi Islam, kajian tafsir, dan hukum syariah. Melalui yayasan ini, ia bertekad memberikan manfaat lebih besar kepada masyarakat dan mendukung profesionalisasi manajemen pesantren.
Di usia senjanya, Indri melihat perjuangan hidupnya sebagai berkah. Anak-anaknya mengikuti jejaknya dengan baik. Putra sulung mengelola bisnis armada mobil yang kini mencapai puluhan unit, sementara anak bungsunya mendirikan Café Makaryo yang menawarkan kopi lokal unggulan dari Temanggung dan Magelang.
“Saya hanya memberi arahan. Mereka yang mengembangkannya. Saya bangga melihat perjuangan mereka.”
Bagi generasi muda, terutama perempuan, Indri menitipkan pesan berharga: setiap kesulitan selalu memiliki jalan keluar. Dengan doa, kerja keras, dan keikhlasan, tidak ada rintangan yang tidak bisa dilewati. Ia menegaskan bahwa kesuksesan tidak datang dalam sekejap, tetapi melalui proses panjang penuh kesabaran dan keteguhan.
Kisah Indri adalah cerminan nyata bahwa ujian hidup dapat menjadi jalan menuju keberkahan. Dengan semangat berbagi, kepedulian, dan tauhid yang kokoh, ia membuktikan bahwa usaha yang dilakukan dengan niat tulus akan selalu membuahkan hasil yang berarti. Inspirasi ini tidak hanya mencerminkan perjuangan individu, tetapi juga membuka jalan bagi banyak orang untuk percaya bahwa mimpi bisa diwujudkan selama ada tekad dan keyakinan.
"Perubahan tidak datang dari langkah raksasa yang mustahil, melainkan dari langkah kecil yang terus kita lakukan setiap hari." Seperti yang Endah Susetyo Indriyati sampaikan, perjalanan ini tentang percaya pada diri sendiri, memupuk semangat, dan tidak berhenti berjuang. Setiap orang memiliki potensi luar biasa untuk mengubah hidupnya dan memberi dampak positif. Mari kita mulai hari ini, berani melangkah, dan berkomitmen pada versi terbaik dari diri kita. Karena sejatinya, perubahan itu ada di tangan kita. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar