Hasto Wardoyo: Donor Darah, Gerakan Kemanusiaan untuk Selamatkan Nyawa
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com – Walikota Yogyakarta terpilih, Dr. dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K), menegaskan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan yang mulia dan penuh manfaat bagi sesama. Dalam kegiatan donor darah ke-9 yang digelar di Bakpia Jogkem Alkid, Jl. Langenastran Lor 31, Panembahan, Kemantren Kraton, Minggu (8/12/2024), Hasto menyerukan agar gerakan ini terus disosialisasikan kepada masyarakat luas.
"Di Yogyakarta, dari setiap 100.000 penduduk, yang meninggal dunia ada 60 orang, akibat berbagai penyebab. Saat pandemi Covid-19, angka kematian tetap sama, yaitu 60 orang per 100.000. Dari jumlah tersebut, 50 persen meninggal karena pendarahan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan darah sangat mendesak untuk menyelamatkan nyawa," ujar Hasto dalam sambutannya.
Didampingi sang istri, Dwikisworo Setyowireni, datang dengan mengendarai sepeda, Hasto menyoroti peran vital Palang Merah Indonesia (PMI) dalam memenuhi kebutuhan darah, khususnya untuk situasi darurat seperti pendarahan saat melahirkan.
"Melahirkan tidak bisa diprediksi. Ini terjadi secara mendadak. Darah adalah elemen yang menyambung nyawa," tegasnya.
Kegiatan donor darah ini merupakan hasil kolaborasi antara Bakpia Jogkem, PMI Kota Yogyakarta, dan komunitas Jokzin Lawas. Acara berjalan sukses dengan 63 orang mendaftar untuk mendonorkan darah. Dari jumlah tersebut, 44 orang berhasil mendonorkan darahnya, sementara 19 orang lainnya belum memenuhi syarat medis.
Meski tidak semua pendaftar berhasil mendonor, kegiatan ini tetap dianggap sukses dalam meningkatkan stok darah di PMI. "Setiap tetes darah yang didonorkan adalah harapan baru bagi mereka yang membutuhkan," ujar salah satu panitia.
Melalui kegiatan seperti ini, diharapkan masyarakat semakin sadar akan pentingnya donor darah sebagai bentuk nyata dari solidaritas dan kepedulian sosial. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar