TERAS

Pawai Alegoris Promosikan Pariwisata Kotagede

  • Administrator
  • Minggu, 09 Juni 2024
  • menit membaca
  • 76x baca
Pawai Alegoris Promosikan Pariwisata Kotagede

Pawai Alegoris Promosikan Pariwisata Kotagede

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com -  Ribuan masyarakat Kotagede menyaksikan pawai alegoris di sepanjang Jalan Kemasan-Mondorakan, Kemantren Kotagede, Sabtu (8/6/25). 

Pawai alegoris bertema 'Harmony in Old Mataram' yang di mulai pada pukul 15.00 hingga pukul 17.30 WIB tersebut menampilkan beragam pesona mulai dari busana, kreativitas properti, hingga tarian yang memukau. 

Pj. Walikota Yogyakarta, Sugeng Purwanto yang hadir dalam pawai tersebut mengatakan bahwa kegiatan Pawai Alegoris yang berasal dari, untuk, dan oleh masyarakat  diharapkan  menjadi penyemarak wisata kawasan Kotagede. Kegiatan ini juga merupakan wujud nyata dan komitmen semua pihak untuk mempromosikan industri pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Yogyakarta. 

Kabid Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Sri Arika Wahyuningsih, mengatakan acara Pawai Alegoris dapat terealisasikan dengan lancar berkat dukungan dari Komunitas Pegiat Budaya dan Wisata Kotagede, seperti Lawang Pethuk, Tamasya Karsa, House of Kotagede, Kamwis Purbayan, Kamwis Rejowinangun dan lain-lain. 

Para eserta Pawai Alegoris sendiri berasal dari sanggar-sanggar kelurahan setempat, dimana sebelum pawai dimulai mereka menampilkan sebuah cerita yang dibalut dengan tarian-tarian menawan dari masing-masing sanggar. Cerita yang ditampilkan merupakan cerita-cerita menarik tentang berbagai situs dan objek wisata budaya di kawasan Kotagede. Diantaranya Situs Beteng Cepuri atau Bokong Semar, Situs Padas Temanten, Situs Watu Gajah, Situs Nogobondo, Situs Beteng Peleman, Situs Watu Gilang, Situs Sumur Retno Dumilah, Situs Sendang Seliran juga Situs Watu Gatheng. Selain ceritanya yang menarik para peserta juga menambahkan properti yang tak kalah menarik sehinga menambah nilai estetika dalam pawai. 

Antusiasme masyarakat Kotagede dan sekitarnya terlihat dari rapatnya penonton di sepanjang tepi jalan yang dilewati pawai. Puncak acara berupa   persembahan tarian dilakukan di depan Pasar Legi, area pertama pembukaan Alas Mentaok, cikal bakal Keraton Mataram Islam. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar