GARPU Ingin Sosok Walikota yang Mampu Kembangkan UMKM dan Atasi Pengangguran
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Kelompok Gerakan Perempuan Pedagang Pasar dan UMKM (Garpu) ingin sosok pemimpin yang mampu mengatasi persoalan pengangguran, memajukan UMKM, dan mengatasi persoalan sampah kota Yogyakarta. Selama ini tiga persoalan tersebut tersebut masih belum tertuntaskan di kota budaya dan pendidikan itu.
"Pengangguran di Kota Yogyakarta tahun 2024 ini memang turun. Namun secara angka jumlahnya masih mencapai 71.330 orang (data Disnakertrans DIY). Ini harus terselesaikan. Dan paling mendesak adalah persoalan sampah. Sampah yang berserakan terdapat di berbagai titik, menganggu pemandangan, menimbulkan bau tidak sedap, dan bisa menjadi sumber penyakit. Ini kan memalukan," ujar Sumirah ketika berdialog dengan Arya Ariyanto SE MMPar di Ngadisuryan, Kemantren, Kraton Yogyakarta, kemarin malam.
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) akan digelar serentak di seluruh Indonesia pada bulan November 2024 mendatang. Di Kota Yogyakarta bursa bakal calon (Balon) Walikota dan Walikota sudah bermunculan, di antaranya: Afnan Hadikusuma, Heru Purwadi, Singgih Raharjo, Arya Ariyanto, Wawan Hermawan dan lain-lain.
Di antara balon tersebut, dukungan GARPU DIY diarahkan ke Arya Ariyanto, Direktur Utama PT Jogkem Grup. Mengapa? Sumirah yang juga pelaku UMKM menjelaskan alasannya. " Selain pelaku pariwisata dan penggiat UMKM, Arya juga membawahi Lembaga Pelatihan Pendidikan dan Ketrampilan Sun Marino Indonesia yang sudah terbukti mampu membantu pengentasan pengangguran. Sejak tahun 2011 sudah ribuan anak muda terakses kerja di hotel dalam negeri, luar negeri, dan kapal pesiar. Jadi jika nanti terpilih menjadi walikota atau wakil, tinggal melanjutkan saja program pengentasan pengangguran dengan dukungan pemerintah," tegasnya.
Begitu juga bidang UMKM. Arya Ariyanto dengan Perusahaan Bakpia, 4 Pusat Oleh-oleh, 1 mini market, dan 2 jaringan restorannya, Sumirah mengatakan setidaknya 500 UMKM di bawah naungan Jogkem Grup sebagai supplier outletnya. "Ini riil. Pemerintah selama ini masih sebatas pelatihan saja. Akses pasar UMKM masih Nol. Dengan dipimpin orang yang sudah terbiasa menangani UMKM, tinggal mengembangkan saja."
Bidang UMKM, kata Sumirah, Arya Ariyanto dengan Grup Bakpia dan Oleh-oleh nya, Sumirah mengatakan setidaknya 500 UMKM di bawah naungan nya sebagai supplier oleh-oleh di lima outletnya. "Ini riil. Pemerintah selama ini masih sebatas pelatihan saja. Akses pasar UMKM masih Nol. Dengan dipimpin orang yang sudah terbiasa menangani UMKM, tinggal mengembangkan saja," ujar Sumirah yang ada 70 UMKM dalam pendampingannya.
Begitu juga masalah sampah. Sebagai pemegang kebijakan yang terbiasa memimpin perusahaan dengan jiwa kewirausahaannya, masalah sampah di Kota Yogyakarta akan mudah diselesaikan. Ia mengatakan pengelolaan sampah yang bagus sudah banyak dicontohkan di berbagai daerah. Bahkan secara lokal pun di DIY juga sudah ada. "Masak pemerintah sekarang nggak bisa mengatasi. Lihat itu, Panggung Harjo, Sewon, atau Nitikan. Jadi Jogja butuh sosok pemimpin yang visioner dan memiliki gagasan menyelesaikan berbagai persoalan sekaligus penyelesaian."
Dalam diskusi tersebut Arya Ariyanto mengatakan bahwa sebenarnya penyelesaian pengangguran itu mudah. Arya menyatakan siap menyalurkan ribuan tenaga kerja yang masih menganggur. Langkah yang akan diambil Arya adalah memberikan pelatihan perhotelan sekaligus menyalukannya di berbagai hotel baik dalam negeri, luar negeri, maupun kapal pesiar. Arya juga siap memberikan pelatihan kewirausahaan lain seperti pelatihan cukur rambut pria. "Kebutuhan crew kapal pesiar itu tiap tahun ada puluhan ribu. Hotel luar negeri seperti di Timur Tengah juga ribuan. Tiap bulan kita bisa kirim. Seharusnya pemerintah bisa memfasilitasi pembiayaannya."
Arya Ariyanto sudah menyiapkan berbagai langkah riil untuk menyelesaikan berbagai persoalan termasuk sampah. "Kita bisa belajar dari daerah lain yang sudah sukses mengelola persoalan sampah. Dan pemilahan serta daur ulang sampah dilakukan tiap rumah tangga dibawah pendampingan petugas yang telah memperoleh pelatihan pengelolaan bank sampah."(Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar