TERAS

Sego Megono Bu Wal Argopeni, Wonosobo

  • Administrator
  • Selasa, 07 April 2026
  • menit membaca
  • 23x baca
Sego Megono Bu Wal Argopeni, Wonosobo

Sego Megono Bu Wal Argopeni, Wonosobo

Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Pagi di Wonosobo selalu punya cara sendiri untuk terasa akrab. Bukan dari kafe-kafe baru, tapi justru dari sebuah dapur kecil di gang yang nyaris terlewatkan. Di kawasan Argopeni, sekitar tiga puluh meter masuk dari jalan utama—hanya tiga rumah dari bibir jalan—ada satu titik yang sudah lebih dari sepuluh tahun setia melayani, Sego Megono Bu Wal.

Letaknya sangat strategis, berseberangan dengan asrama putra siswa SMP Muhammadiyah Wonosobo. Tak jarang anak-anak asrama mampir sebelum berangkat sekolah. Uang lima ribu di tangan, sarapan sudah aman. Ada nasi hangat, megono gurih, dan tempe kemul sebagai teman.

Di tempat ini megono tidak diperlakukan sekadar sebagai “nasi campur sayur”. Ia dimasak dengan ritme yang pelan, seperti menjaga tradisi. Nasi dimasak sendiri sampai matang sempurna. Sementara itu, sayur megono—racikan kubis hijau, kacang panjang, dan kelapa parut setengah tua—dimasak cukup lama hingga warnanya berubah coklat. Proses ini membuat bumbu benar-benar meresap, dengan kencur sebagai aksen utama yang memberi aroma khas, hangat, dan  “nendang”. Baru ketika ada pembeli datang, nasi dan megono itu dipertemukan.

Soal harga, ini yang membuat banyak orang bertahan jadi pelanggan. Mulai Rp3.000 sudah bisa makan nasi megono. Paket Rp5.000 jadi primadona, nasi megono plus satu tempe kemul. Gorengan khas ini renyah di luar, empuk di dalam—dan hanya Rp1.250 per biji. Murah, tapi tidak murahan. Sebagian area dapur dan depan dapur difungsikan sebagai ruang makan. Sederhana, tapi cukup lega. Yang menarik, dapurnya terbuka. Pengunjung bisa langsung melihat sebagian proses memasak terutama ketika menggoreng tempe kemul.

Meski megono jadi andalan, dapur Bu Wal tidak berhenti di satu menu. Ada opsi nasi rames dengan berbagai pilihan: tumis buncis, tumis kacang panjang, telur goreng, sampai pindang (baby tuna kukus yang kemudian digoreng). 

Di tengah harga makan yang makin sulit ditebak, tempat seperti ini menjadi penting. Bukan cuma karena murah, tapi karena ia menjaga satu hal yang mulai jarang, kedekatan antara dapur dan orang-orang yang datang. Sego Megono Bu Wal terlihat sederhana tapi sejatinya istimewa, alternatif sarapan murah cepat dan lezat bagi anak asrama, warga sekitar, dan siapapun yang ingin menikmati sensasi kuliner asli Wonosobo. (Yun).

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar

Berita Terkait

Mangan Ora Mangan Kumpul

Mangan Ora Mangan Kumpul

  • Sabtu, 04 April 2026
Tolak Gengsi, Nikah di KUA

Tolak Gengsi, Nikah di KUA

  • Jumat, 03 April 2026