TERAS

Pelayanan Prima, Solusi Quality Tourism

  • Administrator
  • Rabu, 05 Juni 2024
  • menit membaca
  • 94x baca
Pelayanan Prima, Solusi Quality Tourism

Pelayanan Prima, Solusi Quality Tourism


Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Untuk meningkatkan kualitas pariwisata di Yogyakarta, pembatasan kunjungan bukanlah solusi. Fokus utama haruslah pada pelayanan prima terhadap wisatawan yang berkunjung. Pelayanan ini dapat ditingkatkan dengan mengimplementasikan nilai Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan memberikan kenangan indah.


Demikian benang merah dari diskusi pariwisata yang diadakan oleh beberapa tokoh penting di sektor pariwisata Yogyakarta, seperti Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo, Ketua ASITA DIY Edwin Himna, Ketua BP2KY Aldi Fadhlil Diyanto, dan Direktur Utama PT Jogkem Grup Arya Ariyanto, yang berlangsung di Ono Kopi Mangkuyudan Yogyakarta semalam.


Arya Ariyanto menyatakan bahwa pelayanan prima merupakan langkah efektif untuk meningkatkan kualitas pariwisata. Menurutnya, setiap karyawan harus diberi pemahaman tentang pentingnya memberikan pelayanan yang excelent kepada semua wisatawan yang datang ke Yogyakarta. Namun, perhatian juga harus diberikan kepada pelaku UMKM, sopir taksi, pengemudi becak, andong, serta pedagang asongan. Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam membina mereka. Khususnya, pendidikan bagi pelajar perlu ditata agar para pendatang dapat menghormati dan mengikuti norma budaya di Jogja.


Yogyakarta sudah dikenal sebagai pusat pariwisata nasional dengan fasilitas yang memadai seperti hotel dan transportasi. Ketua PHRI DIY, Deddy Pranowo, menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan dalam industri perhotelan dan restoran. Pelayanan yang baik sudah menjadi suatu keharusan.
Ketua ASITA DIY, Edwin Himna, mengajukan pertanyaan kritis mengenai kesiapan Yogyakarta dalam menghadapi quality tourism yang berkaitan erat dengan kehadiran quality tourist. Ia menyoroti perlunya kejelasan terkait destinasi wisata dan fasilitas penunjang yang harus memadai. Edwin mencatat bahwa Yogyakarta masih menjadi destinasi wisata yang nyaman bagi berbagai kalangan wisatawan.

Ketua BP2KY, Aldi Fadhlil Diyanto, menambahkan bahwa quality tourism sangat cocok untuk Yogyakarta yang kaya akan budaya. Wisata berbasis budaya dapat memperkuat konsep quality tourism dengan memisahkan pasar menjadi high, middle, dan low. Penelitian ekonomi diperlukan karena setiap segmen pasar ini berkaitan erat dengan UMKM yang beroperasi di masing-masing segmen.
Selain itu, aksesibilitas internasional juga perlu ditingkatkan. Misalnya, penambahan penerbangan internasional karena Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) sangat capable dalam menerima kedatangan internasional, baik dari segi kualitas layanan maupun kapasitasnya. Dengan demikian, pasar high dapat dijaga dengan baik oleh wisatawan internasional, pasar middle oleh wisatawan lokal dan korporat, serta pasar low oleh pelajar yang banyak melakukan studi tour di Yogyakarta. Promosi dan pemasaran pariwisata Yogyakarta harus terus digalakkan agar tetap menjadi pilihan utama untuk studi tour di Indonesia. (Yun)

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar