INOVASI KUNIR PUTIH UNTUK PENGOBATAN MODERN
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Dalam dunia modern yang terus berkembang, kebutuhan untuk memadukan ilmu pengetahuan dengan tradisi lokal semakin mendesak. Salah satu sosok yang menjembatani kedua dunia ini adalah Prof. Dr. Ir. Hj. Dwiyati Pujimulyani, M.P.
Pada tahun 2002, Prof Dwiyati memulai penelitian mendalam mengenai kunir putih (Curcuma mangga). Kunir putih, dengan kandungan senyawa aktif seperti kurkuminoid dan minyak atsiri, telah lama diakui sebagai tanaman herbal berpotensi tinggi. Penelitiannya mengungkap bahwa kunir putih memiliki sifat antioksidan, anti-inflamasi, imunomodulator, serta mampu membantu mengontrol kolesterol, gula darah, dan mencegah kanker.
Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Prof. Dwiyati mendirikan CV Windra Mekar, sebuah industri pengolahan obat tradisional berbasis kunir putih di Bantul, Yogyakarta. Melalui industri ini, beliau tidak hanya mengembangkan produk-produk herbal berkualitas dengan harga terjangkau tetapi juga menciptakan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. CV Windra Mekar bekerja sama dengan banyak petani untuk memastikan ketersediaan bahan baku, sekaligus menciptakan peluang kerja baru. Selain kunir putih, CV Windra Mekar juga memproduksi berbagai varian kapsul herbal lain seperti kunyit kuning, kunyit hitam, dan temulawak.
Lebih dari sekadar ilmuwan, Prof. Dwiyati adalah sosok yang rendah hati dan peduli pada masyarakat sekitarnya. Di tengah kesibukan sebagai peneliti dan pendidik, beliau tetap meluangkan waktu untuk mengabdikan diri kepada komunitas di Argomulyo, Sedayu, Bantul. Hal ini menjadikannya tidak hanya dihormati tetapi juga dicintai oleh banyak orang.
“Jangan pernah berhenti belajar dan berbagi,” demikian pesan yang selalu dipegang teguh oleh Prof. Dwiyati. Dengan dedikasi dan inovasinya, beliau membuktikan bahwa ilmu pengetahuan dapat menjadi alat untuk membawa harapan dan perubahan nyata bagi masyarakat. Jejak langkahnya adalah inspirasi bagi generasi mendatang untuk memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara berkelanjutan. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar