Jogja International Kite Festival 2026, Liburan Keluarga Sambil Bermain Layang-Layang

YOGYAKARTA, jogja-ngangkring.com — Langit Pantai Parangkusumo kembali akan dipenuhi warna-warni layang-layang dari berbagai penjuru dunia. Jogja International Kite Festival (JIKF) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11–12 Juli 2026, menghadirkan peserta dari 17 negara serta puluhan komunitas layang-layang dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain menampilkan layang-layang raksasa dan artistik dari berbagai negara, JIKF tahun ini juga diikuti 45 klub layang-layang nasional yang akan memperebutkan Piala Raja. Peserta berasal dari Bali, Kalimantan, Lampung, Blitar, hingga sejumlah daerah lainnya.
Salah satu peserta internasional, Saula dari Lituania, mengaku terkesan dengan kunjungan pertamanya ke Indonesia. Menurutnya, keindahan alam Indonesia dipadukan dengan karakter angin yang berbeda menjadi tantangan tersendiri saat menerbangkan layang-layang.
"Indonesia sangat indah. Anginnya memiliki karakter yang berbeda sehingga saya harus menyesuaikan teknik saat menerbangkan layang-layang," katanya.
Memasuki penyelenggaraan ke-11, festival ini mengangkat tema "Melayang Bersama Keluarga Membentuk Generasi Emas". Tema tersebut dipilih bertepatan dengan masa libur sekolah agar festival menjadi ruang berkumpul bagi orang tua dan anak melalui aktivitas yang menyenangkan sekaligus edukatif.

Ketua Jogja International Kite Festival, Anang Sarjiyanto, mengatakan festival tidak sekadar menghadirkan atraksi layang-layang, tetapi juga ingin menghidupkan kembali kebersamaan keluarga yang mulai berkurang karena kesibukan sehari-hari.
"Momentum libur sekolah kami manfaatkan agar keluarga memiliki waktu berkegiatan bersama. Harapannya hubungan orang tua dan anak semakin erat melalui aktivitas yang positif," ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (1/7/2026).
Anang berharap seluruh rangkaian kegiatan mampu memperkuat budaya bermain layang-layang sekaligus menjadi daya tarik wisata Yogyakarta selama musim libur sekolah.
Tak hanya menyuguhkan atraksi di langit, JIKF 2026 juga memperluas kegiatan edukasi. Pada 7–9 Juli 2026, panitia menggelar seminar dan praktik kite aerial photography, yaitu teknik fotografi udara menggunakan kamera yang dipasang pada layang-layang. Kegiatan ini terbuka bagi pelajar, mahasiswa, komunitas fotografi, maupun masyarakat umum.
Panitia juga memperkenalkan Olimpiade Layang-Layang Indonesia yang dibagi sesuai jenjang pendidikan. Mulai dari lomba mewarnai dan melukis layang-layang untuk siswa sekolah dasar hingga kompetisi merakit layang-layang bagi pelajar SMP dengan pendampingan orang tua.
Rangkaian kegiatan lainnya adalah penyelenggaraan Festival Layang-Layang Tingkat Daerah di Kulon Progo. Festival ini sekaligus menjadi sarana edukasi mengenai keselamatan bermain layang-layang, terutama pentingnya memilih lokasi yang tidak mengganggu pengguna jalan maupun aktivitas penerbangan.
Bagi para pecinta layang-layang, JIKF 2026 bukan sekadar ajang adu kreativitas di udara. Festival ini menjadi ruang bertemunya berbagai budaya, komunitas, dan keluarga dalam suasana liburan yang hangat. Di bawah bentangan langit Pantai Parangkusumo, ribuan layang-layang akan menjadi pengingat bahwa permainan tradisional masih mampu menyatukan generasi sekaligus membawa nama Yogyakarta terbang lebih tinggi di panggung internasional. (Tor)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar