YogyaSemesta, "Inspirasi Kartini Jogja untuk Indonesia"
Yogyakarta, jogja-ngangkring.com - Dialog Budaya dan Gelar Seni Yogya Semesta yang ke 163 dengan topik "Inspirasi Kartini Jogja untuk Indonesia" dilaksanakan Selasa malam, 30 April 2024 bertempat di Pendapa Wiyatapraja, Kepatihan, Danurejan, Yogyakarta. Acara yang dimoderatori oleh Drs Beny Suharsono ini menyoroti peran perempuan Indonesia sejak zaman perjuangan hingga era pembangunan.
Pembicara pertama, Dr. Y. Sari Murti Widyastuti, menyoroti masalah gender di Yogyakarta. Akademisi dan pemerhati perempuan ini menekankan perlunya membangun kesetaraan dalam partisipasi, akses, dan kontrol dalam pembangunan. Meskipun saat ini peran perempuan semakin menonjol namun masih ada tantangan seperti KDRT maupun kekerasan seksual baik fisik maupun daring bagi perempuan.
RA Kartini, dengan semboyannya "Aku mau", menjadi inspirasi untuk terlibat dalam pembaharuan dan memperjuangkan kesetaraan gender serta perlindungan bagi perempuan.
Pembicara kedua, Erlina Hidayat Sumardi, membahas tentang program Desa Prima yang difokuskan pada perlindungan dan pemberdayaan perempuan rentan seperti miskin, single mom, difabel, eks napi, ataupun caregiver keluarga yang mengidap ODGJ. Melalui program-program yang dibiayai Danais, semua struktur pemerintahan hingga tingkat terkecil yaitu kelurahan harus bersifat ramah perempuan dan peduli pada anak.
Sementara itu, Erwin Yuniati, penggiat UMKM dan anggota Iwapi Bantul, memaparkan program "1000 Srikandi" yang bertujuan untuk mendorong perempuan menjadi pengusaha, bahkan dari kalangan ibu rumah tangga. Secara umum di DIY indeks majunya UMKM yang digawangi perempuan memang cukup tinggi. Hal ini karena nilai-nilai budaya Jogja mendukung perempuan dalam meraih potensi dan berperan aktif dalam pembangunan. (Yun)
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar