TERAS

Realitas Sosial dalam Sepenggal Puisi

  • Administrator
  • Selasa, 02 April 2024
  • menit membaca
  • 97x baca
Realitas Sosial dalam Sepenggal Puisi

Yogya Berpuisi, AB-Ningrat

Yogyakarta, 27 Maret 2024, jogja-ngangkring.com - Puluhan seniman yang tergabung dalam kelompok AB Ningrat berpuisi bersama dalam acara Malam Selikuran ing Kuthagede ‘Yogja Berpuisi’. Acara dilaksanakan pada Senin malam, 1 April 2024 bertempat di Gedung Pertemuan Amongtonggo, Selokraman, Kotagede, Yogyakarta. 

 

Priyo Salim, pencinta seni dan Ketua BPKCB Kotagede, dalam sambutannya mengatakan bahwa acara ini adalah sebentuk kepedulian terhadap realitas sosial yang terjadi di masyarakat. 

Penampil pertama, Yani Saptohoedojo, membawakan puisi karya Taufiq Ismail yang berjudul "Jun Takami, Berkatalah dengan Jelas".  Puisi ini mencerminkan isi hati pengarangnya, tentang peran penyair dan kekuatan kata-kata dalam menyikapi konflik-konflik yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Penampil kedua, budayawan Achmad Charris Zubair, membawakan puisi karyanya sendiri bertajuk "Ektase Sholat Malam". Puisi ini sangat sesuai dengan thema malam selikuran, yaitu 'menghidupkan' sepertiga terakhir bulan Ramadhan dengan memaksimalkan ibadah, salah satunya adalah dengan menjalankan sholat malam.  Puisi ini berdasarkan pengalaman batin Charris Zubair yang terkait dengan almarhum ayah dan kakeknya, serta pemahaman spiritual dalam hal relasi dengan Sang Pencipta dan RasulNya.

 

Pembaca puisi ketiga adalah Tazbir Abdullah yang membawakan puisi bertajuk "Filosofi Kopi". Setelah itu beberapa penampil berikutnya juga membawakan puisi berdasar preferensi mereka terhadap thema malam selikuran ini, baik gubahan sendiri maupun orang lain.  Yudi Aning misalnya, membawakan "Orang-orang Batik Usia Senja Belakang Keraton Yogyakarta karya Imam Budi Santosa, serta Heroe  Poerwadi yang membawakan karya Rendra "Sajak Sebatang Lisong". 

 

Seniman dan tokoh masyarakat  lain yang juga tampil pada acara pembacaan puisi kali ini diantaranya adalah  Anastasia (Teater Alam), Mariana Ulfa, Eko Winardi, dan Hendro Plered. 

 

Acara yang terbuka untuk umum dan dihadiri pencinta seni serta masyarakat sekitar ini berjalan dengan lancar dan berakhir menjelang pukul sebelas malam. (yun)








 

Tinggalkan Komentar

Kirim Komentar